Pemkot Samarinda Didorong Beralih ke Pola Kerja Cerdas, Fokus pada Dampak Nyata Program

Rabu, 8 April 2026 - 05:37 WITA
Bagikan:
Foto: Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy/do

Samarinda, Sketsa.id – Asisten II Sekretaris Kota Samarinda, Marnabas Patiroy menekankan pentingnya transformasi pola kerja dari sekadar bekerja keras menjadi bekerja cerdas, terutama dalam memastikan setiap program pemerintah benar-benar memberikan manfaat nyata.

Menurutnya, pemerintah daerah saat ini tidak cukup hanya menjalankan program secara rutin. Setiap kebijakan serta penggunaan anggaran harus mampu menciptakan dampak konkret bagi masyarakat.

“Sekarang kita harus bertransformasi dari bekerja keras menjadi bekerja cerdas,” Ungkap Marnabas. Selasa (7/4/2026).

Lebih lanjut, Marnabas menilai berbagai program pembangunan sebenarnya telah dilakukan dengan upaya maksimal oleh pemerintah.

Namun, hasilnya belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat persoalan integrasi kebijakan serta strategi pelaksanaan yang belum tepat.

“Fasilitas itu sebenarnya sudah dibangun dengan kerja keras oleh pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan,” Ucapnya.

Namun, tantangan utama terletak pada bagaimana menghidupkan potensi tersebut agar benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Bagaimana orang mau datang kalau jalannya tidak bagus? Infrastruktur harus mendukung,” Jelas Marnabas.

Selain infrastruktur, Marnabas juga menekankan pentingnya strategi komunikasi dan promosi untuk memperkenalkan potensi daerah kepada publik. Tanpa promosi yang tepat, potensi yang sebenarnya sudah layak dikembangkan tidak akan dikenal luas.

“Harus disampaikan bahwa di sini ada tempat yang bagus, tapi memang sesuai fakta,” Katanya.

Marnabas juga menyoroti tantangan Samarinda dalam menghadapi kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, arus penduduk yang masuk dapat menjadi peluang maupun tantangan, terutama jika tidak diimbangi dengan kesiapan lapangan kerja dan infrastruktur.

Meski begitu, ia optimistis peluang tersebut dapat dimanfaatkan melalui penguatan sektor pertanian, perdagangan, hingga investasi, sekaligus mengatasi isu inflasi yang masih dipengaruhi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

“Peluang dan tantangan harus kita jadikan peluang. Yang kita ubah sekarang adalah cara berpikir dan cara bekerja,” Tutup Marnabas. (Adv/Diskominfo Kota Samarinda/ap)
 

Bagikan:

Polresta Samarinda Bongkar 79 Kasus dalam 21 Hari: Ada Pembunuhan, Curanmor, hingga Cap Tikus 9,8 Ton