2.263 Personel Gabungan Disiapkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di Samarinda, Kapolda: Pendekatan Humanis Jadi Prioritas

Senin, 20 April 2026 - 13:36 WITA
Bagikan:
Foto: Suasana Apel gelar pasukan kesiapan pelayanan aksi unjuk rasa 21/04/2026 di Lapangan Gor Segiri, Samarinda. (Sketsa.id)

Samarinda, Sketsa.id – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur bersama jajaran TNI dan instansi terkait menggelar apel kesiapan pasukan menjelang aksi unjuk rasa yang direncanakan berlangsung pada Selasa (21/4/2026)besok pagi. Sebanyak 2.263 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan dua titik lokasi utama, yakni Kantor DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menjelaskan bahwa apel kesiapan yang digelar pada Senin (20/4/2026) merupakan bentuk finalisasi persiapan, baik dari segi personel, sarana, prasarana, hingga teknik pengamanan. Dari total 2.263 personel, sebanyak 1.599 berasal dari kepolisian, 70 dari TNI, dan 595 dari instansi terkait lainnya.

Foto: Apel persiapan pasukan dipimpin Kapolda Kaltim dan Pangdam VI/Mulawarman (Sketsa.id)

“Hari ini kita final mempersiapkan seluruh keseluruhan, baik personel, sarana, prasarana, termasuk teknik pengamanan. Kita mulai peran masing-masing dalam rangka pelayanan pengamanan,” ujar Kapolda Kaltim pada sejumlah awak media.

Ia menegaskan bahwa pendekatan humanis dan preventiv menjadi paradigma utama dalam pengamanan aksi nanti. Polisi tidak akan menggunakan pendekatan konfrontatif, melainkan mengedepankan pelayanan dan pencegahan terhadap potensi gangguan.

“Yang terpenting adalah paradigma pelayanan, bukan kontraksi. Kami berkali-kali melakukan pendekatan humanis, preemtif, dan preventif. Kami ingin pelaksanaan aksi bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Imbauan untuk Masyarakat dan Pihak yang Ingin Menunggangi Aksi

Foto: Pimpinan apel temui sejumlah awak media usai gelar upacara (Sketsa.id)

Kapolda juga mengimbau pihak-pihak yang memiliki niat tidak baik untuk tidak menunggangi aksi unjuk rasa ini. Ia meminta masyarakat segera melaporkan jika mengetahui adanya potensi hal-hal negatif agar situasi tetap kondusif.

“Tolong betul-betul untuk pihak-pihak yang punya niat tidak baik menunggangi aksi unjuk rasa ini, tolong dipertimbangkan. Semua mari bertanggung jawab. Segera informasikan hal-hal negatif kepada kita agar koordinasi bisa berjalan dengan baik, situasi Kaltim tetap damai, kondusif, tertib sesuai harapan kita semua,” pesannya.

Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan gas air mata akan dilakukan sesuai eskalasi dan kriteria yang telah ditentukan. “Ada pengetahapan, ada eskalasinya. Itu akan kami gunakan kalau diperlukan, kalau tidak perlu ya tidak,” jelasnya.

TNI Siap Bantu Polri

Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono menegaskan kesiapan jajarannya untuk membantu pengamanan jika diperlukan. Sebanyak 70 personel TNI telah disiagakan, namun secara umum pasukan di jajaran kodim dan korem juga siap dikerahkan sesuai permintaan Kapolda.

“Kami semua siap melakukan perbantuan kepada Polri dengan aturan yang berlaku dan akan profesional. Kami akan sampaikan kepada Kapolda jika memang harus turun. Pendekatan humanis, preemtif, dan preventif tetap kami utamakan,” ujar Krido.

Ia memastikan prajurit TNI siap berjaga di titik-titik yang telah ditentukan dan akan bergerak saat diminta oleh Kapolda. “Tentu di lingkungan Samarinda, semua siap,” pungkasnya.

Dengan kesiapan personel dan pendekatan yang humanis, aparat berharap aksi unjuk rasa yang akan berlangsung dapat berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. (cc)

Bagikan:

Ketua IKAT Kaltim Imbau Warga Toraja Jaga Kondusivitas Daerah: Dukung Pemerintah yang Sah