Samarinda, Sketsa.id – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong peningkatan layanan kesehatan di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Salah satu program unggulan yang tengah digarap adalah pembangunan klinik memori sebagai bagian dari pemenuhan 24 kompetensi layanan rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dr. Jaya Mualimin, menjelaskan bahwa klinik memori akan ditempatkan di gedung Pandu Rata yang saat ini masih dalam proses penyelesaian.
“Secara teknis kita sedang menyelesaikan gedung Pandu Rata. Di gedung itulah kita akan buat semua klinik sesuai dengan 24 kompetensi layanan,” ujar Jaya dalam wawancara khusus di Samarinda, pada Rabu (13/5/2026).
Klinik memori sendiri merupakan layanan yang menangani gangguan fungsi kognitif pasien, termasuk masalah daya ingat. Jaya menjelaskan bahwa penyakit degeneratif terkait sel-sel saraf semakin banyak ditemukan.
“Memori itu bagian dari fungsi kognitif seseorang, mulai dari persepsi, penyimpanan, hingga kemampuan untuk mengingat kembali. Kami akan lakukan langkah-langkah agar memori bisa normal dan dapat dipanggil kembali ketika dibutuhkan,” terangnya.
Untuk progres pembangunan, Jaya menargetkan finishing gedung Pandu Rata selesai pada tahun 2026. Setelah itu, baru dilakukan pengadaan alat-alat medis yang diperlukan.
“Tahun ini kami akan menyelesaikan finishing. Kalau tahun ini sudah selesai, baru kami siapkan anggaran pengadaan alat. Kami tidak beli alat sebelum gedungnya siap,” tegasnya.
Untuk target operasional, lanjut Jaya, tergantung kesiapan masing-masing layanan. Begitu gedung selesai dan fasilitas penunjang tersedia, klinik yang sudah memiliki sumber daya manusia siap bisa langsung dibuka.
“Kalau belum ada SDM-nya, kami akan melakukan upgrading atau fellow. Klinik memori sendiri melibatkan banyak keilmuan, mulai dari anestesi, penyakit dalam, ortopedi, neurologi, hingga psikiatri,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa layanan serupa di RSUD AWS sebenarnya sudah berjalan, namun akan ditingkatkan kualitasnya setelah pindah ke gedung baru. Layanan lain yang juga direncanakan antara lain klinik nyeri dan klinik tidur.
“Banyak orang yang tidak bisa tidur, nanti di sana akan dicari tahu apa masalahnya. Klinik memori memang wajib karena penyakit degeneratif ini sudah mulai banyak,” pungkasnya.
Rumah sakit saat ini dituntut memiliki 24 jenis layanan kompetensi dengan tingkatan mulai dari dasar, madya, utama, hingga paripurna. RSUD AWS disebut mulai memasuki kategori utama untuk beberapa layanan seperti bedah dan neurologi.
Untuk layanan neurologi paripurna, Jaya menilai penting dimiliki karena fungsinya yang krusial.
“Sama seperti alat, kalau memori tidak pernah dipakai untuk berpikir dan menyimpan, maka akan tumpul. Kita harus aktif berkoordinasi, komunikasi, membaca, dan mendapatkan pengetahuan baru agar memori tetap terjaga,” tuturnya.
Dengan adanya klinik memori dan 23 layanan lainnya, diharapkan masyarakat Kaltim tidak perlu lagi berobat ke luar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan berkualitas. (cc)










