Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan mengevaluasi dan menata kembali kawasan permukiman padat penduduk di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, menyusul kebakaran yang baru-baru ini melanda kawasan Danau Aji-Kelambu Kuning, Senin (5/10/2026) malam.
Salah satu persoalan yang ditemukan dalam penanganan kebakaran adalah akses jalan lingkungan yang sempit. Kondisi tersebut menyulitkan kendaraan pemadam kebakaran menjangkau titik lokasi kebakaran.
Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kukar Akhmad Taufik Hidayat mengatakan, kondisi itu menjadi perhatian pemerintah daerah karena akses jalan sangat penting dalam penanganan keadaan darurat, terutama di kawasan permukiman yang padat.
“Melihat kondisi yang ada, kemudian kejadian malam tadi bagaimana penanganannya, di mana ada lokasi jalan gang ini yang susah dilewati,” ungkapnya saat meninjau lokasi kebakaran di Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, Selasa (6/10/2026).
Penataan kawasan dirasa Taufik, sangat perlu dilakukan agar akses kendaraan darurat, termasuk mobil pemadam kebakaran dan ambulans, dapat menjangkau permukiman dengan lebih mudah.
Pemkab Kukar akan mengkaji penataan tersebut bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum (PU), Bappeda, Perkim, pemerintah kecamatan dan kelurahan.
“Ini memang perlu penataan, mungkin lewat PU dengan Bappeda atau Perkim untuk penataan bagaimana supaya jalan lingkungan ini bisa ditata, bisa dilebari dan kendaraan kalau terjadi apa-apa bisa lewat, ambulans misalnya,” tegasnya.
Akhmad Taufik juga mengingatkan warga agar tidak langsung membangun kembali rumah atau bangunan yang terdampak tanpa memperhatikan penataan kawasan.
Menurutnya, pembangunan kembali perlu disesuaikan dengan rencana penataan lingkungan agar persoalan akses sempit tidak kembali terjadi ketika muncul keadaan darurat.
“Jangan sampai setelah ini membangun masing-masing, jangan. Sesuai ditata dengan minimal dari kelurahan dengan kecamatan dan dibantu lewat Perkim,” jelasnya.
Selain akses jalan, persoalan ketersediaan air juga menjadi evaluasi. Dalam penanganan kebakaran, pasokan air menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mempercepat proses pemadaman, terutama di kawasan permukiman yang padat.
Karena itu, Pemkab Kukar juga menerima usulan untuk menambah titik hidran atau jaringan pipa air di sejumlah kawasan permukiman padat.
“Tadi ada diusulkan untuk pasokan air, artinya pipa-pipa hidran di titik-titik tertentu, apalagi di pemukiman,” paparnya.
Sementara itu, Lurah Melayu Muhammad Hafidz mengatakan kebakaran yang terjadi di wilayah RT 33 berdampak terhadap sedikitnya 50 kepala keluarga atau 151 jiwa berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga pukul 02.16 WITA.
Total bangunan terdampak diperkirakan dapat mencapai sekitar 50 rumah. Ia menyebut sekitar 70 persen bangunan di wilayah RT 33 adalah rumah kontrakan, sedangkan sisanya merupakan rumah pribadi.
Untuk penanganan pascakebakaran, pihak kelurahan bersama instansi terkait telah menyiapkan dapur umum dan posko logistik. Korban yang kehilangan tempat tinggal juga mendap perhatian. Sejumlah lokasi alternatif disediakan jika ada warga yang membutuhkan tempat tinggal untuk sementara.
Pemerintah juga akan membantu warga yang kehilangan dokumen kependudukan akibat kebakaran. Dinas Dukcapil akan dilibatkan untuk mempercepat pengurusan kembali dokumen yang terbakar atau hilang.
“Kita koordinasi dengan Dukcapil,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)










