BPBD Kukar Kerahkan 6 Petugas Masak untuk Layani Korban Kebakaran Melayu

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:32 WITA
Bagikan:
Foto : BPBD Kukar buka dapur umum untuk 50 KK korban kebakaran Melayu. Beroperasi 2 hari.

Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) mengerahkan enam petugas untuk mengoperasikan dapur umum bagi warga terdampak kebakaran di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.

Dapur umum tersebut disiapkan untuk memastikan kebutuhan dasar, khususnya makanan, dapat terpenuhi selama warga masih berada dalam kondisi terdampak bencana.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kukar Setianto Nugroho Aji mengatakan, dapur umum disiapkan BPBD berkolaborasi dengan Dinas Sosial, pemerintah kecamatan dan kelurahan.

“Pada prinsipnya kami kolaborasi dengan teman-teman dari Dinas Sosial dan juga kelurahan dan kecamatan untuk menyediakan dapur umum ini,” ungkapnya, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, enam petugas yang diturunkan bertugas menyiapkan makanan siap saji bagi masyarakat terdampak. BPBD memperkirakan kebutuhan mencapai sekitar 200 porsi makanan setiap hari.

Makanan tersebut diupayakan diberikan sebanyak tiga kali dalam sehari. Pelayanan dapur umum dimulai dari makan siang, setelah sebelumnya kebutuhan sarapan dibantu oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Estimasi 200-an (porsi). Kita usahakan tiga kali, tapi hari ini kita mulai makan siang,” ujarnya.

Setianto menjelaskan, BPBD menggunakan logistik yang tersedia di gudang untuk mendukung operasional dapur umum. Sejumlah bahan pokok seperti beras, sarden, susu, gula dan mi instan disiapkan untuk kemudian diolah menjadi makanan siap saji.

Penyaluran makanan nantinya diprioritaskan bagi masyarakat yang terdampak langsung kebakaran. BPBD berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan untuk memastikan distribusi bantuan sesuai dengan kebutuhan warga.

“Kami imbau kita dahulukan untuk masyarakat yang terdampak dulu,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, lurah akan membantu mengatur penerima makanan, sementara BPBD menyediakan bahan logistik yang kemudian diolah oleh petugas dapur umum.

BPBD Kukar merencanakan dapur umum beroperasi selama dua hari. Namun, durasi tersebut masih dapat diperpanjang apabila warga masih membutuhkan bantuan makanan.

“Rencana dua hari, tapi nanti kita melihat perkembangan. Kalau memang masih dibutuhkan sesuai nanti dari camat dan lurah, kalau masih dibutuhkan ya kita lanjutkan,” tandasnya.

Untuk diketahui, kebakaran yang terjadi di wilayah RT 33 Kelurahan Melayu berdampak terhadap sedikitnya 50 kepala keluarga atau 151 jiwa. Total bangunan yang terdampak diperkirakan dapat mencapai sekitar 50 rumah. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)

Bagikan:

Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN, Kukar Akan Siapkan Pengalihan Anggaran untuk Sekolah