Kolaborasi Kunci Sukses: Kaltim dan Otorita IKN Bahas Strategi Daerah Mitra

Senin, 26 Januari 2026 - 15:08 WITA
Bagikan:
Foto: Suasana diskusi panel IKN sebagai Tonggak Kemajuan Indonesia. (Sketsa.id)

Samarinda, Sketsa.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan kesiapannya untuk mengambil peran strategis sebagai motor penggerak dan pertumbuhan ekonomi nasional seiring dengan pesatnya perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa posisi Kaltim telah bertransformasi dari sekadar penopang menjadi pemain kunci dalam konektivitas logistik, penguatan sektor industri, ketahanan energi, hingga pengembangan kawasan ekonomi baru yang berkelanjutan.

“Pembangunan IKN harus memberikan efek berganda yang nyata bagi daerah mitra. Kaltim memposisikan diri sebagai superhub ekonomi Nusantara yang terintegrasi. Kita adalah penggerak, bukan sekadar pelengkap,” tegas Seno Aji dalam Diskusi Panel IKA FISIP Universitas Mulawarman di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (26/1/2026).

Seno Aji merinci tiga pilar utama kebijakan daerah mitra, yaitu transformasi ekonomi dari ketergantungan sumber daya alam menuju hilirisasi industri, penyebaran pertumbuhan ke seluruh kabupaten/kota, dan penyiapan tenaga kerja lokal yang kompetitif di pasar internasional.

Namun, Wagub juga menyoroti sejumlah tantangan internal yang harus segera diatasi. “Kita punya sumber daya sangat besar, tapi infrastruktur kita masih banyak yang rusak. Jalan provinsi rusak berat masih 98 kilometer, cakupan air minum baru 83%, dan angka putus sekolah masih tinggi,” ujarnya.

Untuk itu, Pemprov Kaltim mendorong program beasiswa Gratispol dan pendidikan gratis untuk meningkatkan kualitas SDM. Di sektor ekonomi, Kaltim berupaya mengurangi ketergantungan pada batu bara yang masih menyumbang 60% terhadap PDRB.

“Kita ingin transformasi ke industri hilir dan jasa, termasuk pariwisata dan logistik,” jelas Seno Aji.

Dia juga mengungkapkan potensi besar dari ekonomi hijau, dengan komitmen dana lingkungan lebih dari 100 juta dolar AS untuk menjaga 6,2 juta hektar hutan. Selain itu, pengelolaan Sungai Mahakam dan jalur pelayaran nasional (Tol Laut) dinilai bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan.

Dukungan OIKN dan Tantangan Daerah Mitra

Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN (OIKN), Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, menyambut baik strategi Kaltim sebagai superhub ekonomi. Ia menilai langkah Kaltim yang menargetkan swasembada pangan merupakan sinyal positif bahwa daerah mitra siap mengambil peran strategis.

“Saya ketika pertama kali datang di IKN, telur atau sayur saja, masa semuanya dari luar. Itu sudah terjadi seperti Palu. Kami sudah bermitra dari awal dengan mereka dan juga bagaimana dukungan supply chain dari Sulawesi,” kata Thomas.

Namun, ia mengingatkan bahwa dalam UU No 21 Tahun 2023, daerah mitra IKN tidak lagi dibatasi hanya di Pulau Kalimantan. Karena itu, Kaltim harus bisa bersaing dengan daerah mitra lain di luar Kalimantan dalam menyediakan rantai pasok.

Kolaborasi Kunci Keberhasilan

Semua pembicara sepakat bahwa kolaborasi erat antara pemerintah pusat (melalui OIKN) dan pemerintah daerah mutlak diperlukan. Seno Aji berharap dukungan anggaran dari APBN untuk membenahi infrastruktur di Kaltim.

“Kalau kita hanya mengandalkan APBD Kaltim, saya yakin tidak akan selesai. Jadi kita harus punya konsep out of the box,” katanya.

Dengan strategi yang terintegrasi dan kolaborasi yang kuat, Kaltim optimis dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional dan mendukung keberhasilan IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. (cc)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga