Pasca Tabrakan, Jembatan Mahakam Ulu Ditutup untuk Pelayaran Sementara

Rabu, 24 Desember 2025 - 02:27 WITA
Bagikan:
Foto: Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu). (Sketsa.id)

Samarinda, sketsa.id – Aktivitas pelayaran di bawah Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) terpaksa dihentikan sementara pada hari ini, Rabu (24/12/2025). Penutupan alur ini merupakan tindakan pencegahan menyusul insiden tabrakan tongkang batu bara dengan pilar jembatan yang terjadi sehari sebelumnya, Selasa (23/12/2025).

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda secara resmi mengeluarkan instruksi penutupan mulai pukul 07.30 WITA. Larangan melintas diberlakukan untuk semua jenis kapal demi mengamankan proses pemeriksaan struktur jembatan dan memastikan keselamatan navigasi di sungai.

Insiden tabrakan terjadi pada Selasa pagi, sekitar pukul 05.30 hingga 06.30 WITA. Sebuah tongkang bermuatan batu bara yang ditarik tugboat kehilangan kendali akibat arus deras Sungai Mahakam dan menghantam Pilar P6 jembatan. Video yang beredar memperlihatkan momen tongkang menyenggol pelindung tiang, menimbulkan getaran yang terasa hingga permukaan jembatan.

Tim penyelamat dari PT Pelindo Regional 4 Samarinda berhasil mengevakuasi tongkang dengan bantuan kapal tunda untuk mencegah kerusakan bertambah. Pemeriksaan awal Dinas PUPR-Pera Provinsi Kalimantan Timur menemukan kerusakan berupa pengelupasan beton pada pilar yang tertabrak. Meski demikian, belum terlihat pergeseran atau deformasi struktur yang signifikan. Pemeriksaan lanjutan dengan pengukuran presisi akan dilakukan untuk memastikan keamanan jembatan.

Sementara lalu lintas darat di atas Jembatan Mahulu masih beroperasi normal, Pemprov Kaltim menahan diri untuk mengambil keputusan lebih lanjut, seperti pembatasan kendaraan berat, hingga hasil investigasi lengkap diperoleh. Kapolairud Polresta Samarinda telah mengamankan nahkoda dan beberapa awak kapal untuk proses hukum lebih lanjut. Perusahaan pemilik tongkang dikabarkan telah menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab atas segala kerusakan yang terjadi.

Insiden ini kembali menyoroti kerawanan Jembatan Mahulu yang kerap menjadi lokasi tabrakan serupa akibat padatnya lalu lintas kapal pengangkut batu bara di Sungai Mahakam. Anggota DPRD Kaltim pun menyatakan kekecewaan dan mendesak evaluasi sistem pengawasan pengolongan kapal di area tersebut.

Masyarakat diimbau untuk bersabar menghadapi potensi gangguan distribusi barang melalui sungai dan menunggu pengumuman resmi dari pihak berwenang terkait status kelaikan jembatan. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga