Samarinda, Sketsa.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda mengeluarkan pengumuman resmi terkait penutupan sementara Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) bagi kendaraan besar dan berat. Kebijakan ini diambil menyusul insiden tabrakan kapal yang menimpa jembatan tersebut.
Berdasarkan surat permohonan fasilitasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPERA) Provinsi Kalimantan Timur tanggal 13 Januari 2026, penutupan diberlakukan demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama. Penutupan akan berlaku hingga pemeriksaan dan pengujian struktur jembatan selesai dilakukan.
“Kami imbau seluruh pengguna jalan, khususnya pelaku usaha dan pengemudi kendaraan besar, untuk berhati-hati saat melintas di Jembatan Mahulu, patuhi rambu dan arahan petugas di lapangan,” bunyi pengumuman resmi Satlantas.
Pemeriksaan dan pengujian struktur oleh PUPR Provinsi Kaltim sendiri telah dimulai hari ini, Sabtu 17 Januari 2026, pukul 10.00 Wita.
Pengalihan dan Pengaturan Lalu Lintas
Untuk mengantisipasi dampak penutupan, masyarakat disarankan menggunakan jalur alternatif dan mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan lalu lintas.
Sebagai bagian dari upaya pengaturan lalu lintas, petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda juga terlihat berjaga di kawasan Simpang Ir Sutami. Kehadiran petugas ini untuk mengarahkan arus kendaraan dan memastikan kelancaran di jalur-jalur alternatif menuju pusat kota. (*)









