Resmi Ditutup 6 Jam: Jembatan Mahulu Samarinda Akan Jalani Uji Beban Dinamis

Senin, 2 Februari 2026 - 13:14 WITA
Bagikan:
Foto: Flyer Pengumuman Resmi dari Dinas PUPR Kaltim. (ist)

Samarinda, Sketsa.id– Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengeluarkan kebijakan penutupan total Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Samarinda. Penutupan akan dilaksanakan pada Rabu (4/2/2026)mendatang, mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WITA.

Langkah ini ditempuh untuk pelaksanaan pengujian beban dinamis dan Non-Destructive Testing (NDT) guna memastikan keamanan struktur jembatan. Penutupan resmi tertuang dalam Surat Nomor 600.1.8/290/DPUPR-II/2026, yang dikeluarkan sebagai respons langsung atas rentetan insiden tabrakan tongkang yang terjadi dalam waktu singkat.

“Demi keamanan dan keselamatan bersama, kendaraan angkutan barang berat roda 6 ke atas dilarang melintas selama periode pengujian. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” bunyi pengumuman resmi Dinas PUPR Kaltim, Selasa (2/2). Pengguna jalan diimbau memilih rute alternatif dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

Dilatari Insiden Berulang, Kekhawatiran Publik Meningkat
Keputusan penutupan bukan tanpa sebab. Jembatan Mahulu telah tiga kali menjadi korban tabrakan tongkang pengangkut batu bara dalam sebulan terakhir. Insiden terakhir terjadi Minggu (25/1/2026) dini hari, di mana tali buoy penahan tongkang dilaporkan putus sehingga menyebabkan tabrakan hebat.

Video detik-detik tabrakan yang beredar di media sosial semakin memicu kecemasan warga akan keamanan struktur jembatan yang telah berusia puluhan tahun. Pasca-insiden, jembatan sempat ditutup sementara dan dibuka kembali dengan pembatasan kendaraan berat.

Langkah Preventif dan Investigasi Berjalan
Di sisi lain, upaya perbaikan dan pencegahan terus dilakukan. Proyek penggantian fender (pelindung pilar) baru senilai Rp27,2 miliar sedang dikerjakan. Sementara itu, aparat kepolisian masih menyelidiki kronologi lengkap kejadian, termasuk kemungkinan adanya kelalaian teknis atau pelanggaran prosedur keselamatan pelayaran di alur Sungai Mahakam.

Pengujian yang akan dilakukan pada 4 Februari mendatang menjadi momen krusial. Hasilnya akan menentukan langkah teknis lebih lanjut untuk memastikan Jembatan Mahulu tetap aman melayani mobilitas warga Samarinda dan mendukung distribusi logistik di Kalimantan Timur. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga