Sidak Taman Balai Kota, Deni Hakim Anwar: Jangan Sampai Jadi Fasilitas Eksklusif Pejabat

Rabu, 4 Maret 2026 - 07:27 WITA
Bagikan:
Foto: Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, H. Deni Hakim Anwar, melakukan inspeksi mendadak ke proyek pembangunan Taman Balai Kota yang terintegrasi dengan gedung Balai Kota. (ist)

Samarinda, Sketsa.id – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, H. Deni Hakim Anwar, melakukan inspeksi mendadak ke proyek pembangunan Taman Balai Kota yang terintegrasi dengan gedung Balai Kota, Senin (3/3/2026). Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa fasilitas publik yang dibangun dengan uang rakyat harus benar-benar bisa dinikmati masyarakat, bukan hanya kalangan pejabat.

Deni turun langsung ke lapangan didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan jajaran dinas terkait. Ia ingin memastikan pembangunan yang menelan anggaran sekitar Rp24 miliar itu sesuai perencanaan dan tidak melenceng dari tujuan utamanya sebagai ruang publik.

“Kita tadi melihat langsung apa saja yang dibangun. Dengan angka kurang lebih Rp24 miliar itu, secara umum kita nilai sepadan atau worth it. Tapi tetap ada catatan dari kami,” ujar Deni kepada awak media.

Akses Publik Jangan Dipersempit

Catatan terpenting yang disorot Deni adalah soal akses masyarakat terhadap fasilitas ini. Ia khawatir jika nantinya taman yang dibangun dengan konsep modern ini justru menjadi kawasan eksklusif yang hanya bisa dinikmati pejabat dan pegawai pemerintahan.

“Fasilitas ini mestinya bisa dinikmati masyarakat. Jangan sampai nantinya hanya untuk kalangan pejabat saja. Harus ada ruang publik yang bisa diakses warga, minimal untuk berkunjung, berswafoto, atau sekadar menikmati taman,” tegasnya.

Dalam sidak tersebut, Komisi III meninjau sejumlah akses menuju kawasan taman. Area ini nantinya memiliki beberapa pintu masuk, termasuk dari sisi selatan yang terhubung ke kawasan perkantoran sekitar, serta akses dari arah stadion dan Jalan Kesuma Bangsa. Deni meminta agar akses tersebut benar-benar dibuka untuk publik.

“Jangan sampai nanti menjadi kawasan privat. Kalau ruang pertemuan mungkin terbatas, itu wajar. Tapi akses tamannya harus terbuka agar masyarakat juga merasakan manfaat pembangunan ini,” katanya.

Menyoroti Fasilitas Driving Range yang Roboh

Selain meninjau taman, Komisi III juga menyoroti insiden robohnya tiang fasilitas driving range golf yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik. Padahal, usia bangunan tersebut belum genap satu tahun. Fasilitas yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp60 miliar ini dilengkapi teknologi digital yang didatangkan langsung dari Korea Selatan dan disebut-sebut menjadi satu-satunya di Kalimantan.

Dari hasil penjelasan pihak teknis, disebutkan bahwa pembangunan tahap pertama pada 2024 dilakukan di atas lahan yang sebelumnya merupakan rawa dan telah dilakukan penimbunan. Kondisi tanah yang labil diduga menjadi salah satu faktor penyebab lemahnya fondasi di titik tertentu.

“Kita tadi juga kritisi soal fondasinya. Jangan sampai karena tanahnya labil lalu konstruksinya tidak maksimal. Kita bahkan melihat ada bagian lain yang mulai terlihat miring. Ini harus dipastikan keamanannya,” ujar Deni.

Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama, terlebih fasilitas tersebut nantinya akan digunakan masyarakat. “Kalau sudah dibuka dan ada kegiatan, jangan sampai terjadi insiden lagi. Ini sangat merugikan karena anggarannya juga besar,” tegasnya.

Masa Pemeliharaan Enam Bulan

Pihak pelaksana menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas taman telah selesai 100 persen. Saat ini proyek masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan ke depan. Komisi III DPRD Kota Samarinda memastikan akan terus melakukan pengawasan hingga masa pemeliharaan berakhir.

“Kita akan pantau terus. Harapan kita, ini menjadi ruang publik yang representatif, aman, dan bisa dinikmati seluruh masyarakat Samarinda,” pungkas Deni.

Dengan catatan kritis dari DPRD, publik berharap Taman Balai Kota benar-benar menjadi ikon baru ruang terbuka hijau yang ramah bagi warga Samarinda, bukan sekadar proyek besar tanpa manfaat yang terasa.

Bagikan:

“Cinta” di Timeline: Strategi Interaksi Kreatif Toshiba TV dan Amanda Brownies yang Bikin X Ramai Kembali