Tak Hanya Recovery Fisik, Aulia Minta Psikis 75 KK Korban Kebakaran Diperhatikan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:18 WITA
Bagikan:
Foto : Bupati Kukar Aulia Rahman Basri tinjau lokasi kebakaran di Jalan Alimuddin Tenggarong.

Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Bupati Aulia Rahman Basri tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak kebakaran di kawasan Danau Aji-Kelambu Kuning, Tenggarong. Kondisi psikis 75 kepala keluarga (KK) korban juga menjadi perhatian pemerintah.

Jajaran pemerintah di tingkat kelurahan turut diminta untuk memastikan kondisi psikologis seluruh warga terdampak agar tetap terpantau setelah mengalami kebakaran yang disebut sebagai salah satu kejadian terbesar di Kukar.

“Selain kita merecovery dari perspektif fisik, kita juga harus melihat perspektif psikis masyarakat kita,” ungkapan usai meninjau lokasi kebakaran di Jalan Alimuddin, Tenggarong, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, 75 KK yang terdampak kebakaran harus dipastikan mendapatkan pendampingan yang memadai. Pemulihan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga harus membutuhkan keterlibatan komunitas dan lingkungan sekitar.

“Dari 75 kepala keluarga yang terdampak, harus kita pastikan bahwa semuanya bisa terkelola dengan baik. Ini tentunya merupakan pekerjaan besar, tidak hanya bisa dikerjakan oleh pemerintah semata, akan tetapi melalui komunitas-komunitas kita untuk saling memonitor satu dengan yang lain,” bebernya.

Aulia mengingatkan, pengalaman kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran berpotensi meninggalkan trauma bagi korban. Karena itu, pemerintah ingin memastikan tidak ada warga yang luput dari pemantauan setelah situasi darurat berakhir.

“Kita khawatir pasca kebakaran ini meninggalkan luka yang cukup dalam, sehingga menimbulkan stres dan lain sebagainya bagi warga masyarakat kita,” katanya.

Untuk itu, ia meminta pemerintah kelurahan bersama komunitas di lingkungan masyarakat ikut memantau kondisi korban. Menurutnya, kehadiran pemerintah setelah bencana tidak berhenti ketika bantuan logistik telah disalurkan.

Di sisi lain, Pemkab Kukar juga menyiapkan pemulihan kebutuhan dasar warga agar aktivitas sehari-hari korban dapat kembali berjalan. Bantuan diarahkan berdasarkan kebutuhan yang disampaikan langsung oleh warga.

“Masyarakat kita membutuhkan peralatan untuk memasak. Maka dilakukan koordinasi antara pemerintah dan Baznas melalui Bu Plt Camat. Alhamdulillah Baznas menurunkan bantuan perlengkapan untuk memasak,” jelasnya.

Pemenuhan kebutuhan tersebut menurutnya, penting karena bantuan bahan makanan tidak akan maksimal apabila warga tidak memiliki peralatan untuk mengolahnya.

Pemkab juga menyiapkan kebutuhan sekolah bagi anak-anak korban serta perlengkapan bagi warga yang bekerja. Langkah tersebut menjadi bagian dari pemulihan jangka pendek agar aktivitas warga tidak terganggu terlalu lama.

“Bagi yang bersekolah, itu perlengkapan sekolahnya terpenuhi. Bagi yang bekerja, itu perlengkapan kebutuhan pekerjaannya terpenuhi. Permakanannya terpenuhi, sehingga kegiatan sehari-harinya itu tidak terganggu,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)

Bagikan:

Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN, Kukar Akan Siapkan Pengalihan Anggaran untuk Sekolah