Samarinda, Sketsa.id – Memasuki awal tahun 2026, Indonesia menghadapi peningkatan kasus influenza yang disebabkan oleh varian virus A (H3N2) subclade K. Varian yang kerap disebut sebagai super flu oleh masyarakat ini telah terdeteksi di delapan provinsi, dengan total 62 kasus hingga akhir Desember 2025. Meski demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan situasi nasional masih terkendali dan tingkat keparahan penyakit ini tidak lebih tinggi dari flu musiman biasa.
Berdasarkan data Kemenkes, sebaran kasus tertinggi berada di Jawa Timur, diikuti oleh Kalimantan Selatan dan Jawa Barat. Gejala klinis yang muncul serupa dengan influenza pada umumnya, seperti demam tinggi yang datang tiba-tiba, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan rasa lelah yang berlebihan. Mayoritas penderita adalah anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun.
Kaltim Masih Bebas Kasus, Kewaspadaan Diperketat
Berita menggembirakan datang dari Provinsi Kalimantan Timur. Hingga 8 Januari 2026, Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim memastikan belum ada satupun kasus varian flu H3N2 yang terdeteksi di wilayahnya. Meski begitu, kewaspadaan tidak boleh kendur.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyatakan bahwa pengawasan dan koordinasi dengan semua fasilitas kesehatan serta Balai Karantina terus diperketat. “Kami memantau perkembangan secara ketat dan siap siaga. Masyarakat diimbau untuk tidak panik tetapi tetap waspada,” ujarnya.
Pemerintah Pusat Tingkatkan Respons dan Surveilans
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa penyakit ini adalah flu biasa dengan daya tular cepat, namun tingkat fatalitasnya sangat rendah dan tidak sama dengan COVID-19. “Penularannya cepat tapi tingkat kematian sangat rendah, tidak seperti COVID-19 yang mematikan,” tegas Menkes Budi.
Untuk mengantisipasi penyebaran, pemerintah telah meningkatkan kapasitas surveilans, termasuk pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk memetakan varian virus. Vaksin influenza tahunan tetap menjadi langkah pencegahan utama yang dianjurkan, disamping penerapan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dan menggunakan masker di kerumunan.
Imbauan untuk Masyarakat
Kemenkes dan Dinkes Kaltim mengimbau masyarakat untuk:
- Segera melengkapi vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan komorbid.
- Menerapkan etika batuk dan bersin, serta rajin mencuci tangan.
- Menggunakan masker ketika berada di tempat umum yang ramai atau saat mengalami gejala flu.
- Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala demam tinggi, batuk, dan pilek yang memberat.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat dan bersih, diharapkan penyebaran varian flu ini dapat dikendalikan dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di tahun baru 2026. (cc)









