Xiaomi 17 vs 17 Ultra: Beda Rp5 Juta, Apakah Kamera Sekelas Profesional Sebanding dengan Harga?

Sabtu, 7 Maret 2026 - 06:11 WITA
Bagikan:
Foto: tangkapan layar saat release secara global. Debut Global Xiaomi 17 Ultra: Sensor 1 Inci dan LOFIC Jadi Ujung Tombak, Rajai Kelas Premium 2026.

Tech, Sketsa.idXiaomi resmi meluncurkan seri flagship terbarunya, Xiaomi 17 dan Xiaomi 17 Ultra, di pasar Indonesia. Keduanya hadir dengan selisih harga mencapai Rp5 juta hingga Rp8 juta, memicu pertanyaan klasik di kalangan konsumen: apakah perbedaan spesifikasi sebanding dengan uang yang harus dikeluarkan?

Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, menjelaskan bahwa kedua ponsel ini menyasar gaya hidup yang berbeda. Xiaomi 17 dirancang untuk pengguna yang menginginkan performa tinggi dalam genggaman ringkas, sementara 17 Ultra adalah jawaban bagi mereka yang menganggap fotografi sebagai kebutuhan utama.

“Lompatan teknologi pada Xiaomi 17 Series merupakan manifestasi dari kolaborasi kami dengan Leica melalui Strategic Co-creation Model. Sinergi ini bertujuan membuat pengalaman fotografi profesional menjadi tanpa hambatan,” ujar Andi dalam peluncuran di Jakarta, pekan ini.

Dua Filosofi dalam Satu Keluarga

Xiaomi 17 hadir sebagai compact flagship dengan ketebalan hanya 8,06 milimeter dan bobot 191 gram. Layar LTPO AMOLED 6,3 inci dengan resolusi 1220 x 2656 piksel dan refresh rate 120Hz menjadikannya nyaman digunakan untuk aktivitas harian. Meski ringkas, dapur pacunya tidak main-main: chip Snapdragon 8 Elite Gen 5 (3nm) dari Qualcomm, persis seperti yang digunakan sang kakak.

Di sisi lain, Xiaomi 17 Ultra adalah manifestasi arogansi teknologi. Bobotnya mencapai 218-219 gram dengan ketebalan 8,29 milimeter. Semua pengorbanan fisik itu dilakukan untuk mengakomodasi perangkat keras kamera terbaik di kelasnya dan layar raksasa 6,9 inci dengan teknologi sub-piksel HyperRGB .

Pertempuran di Sektor Fotografi

Perbedaan paling mencolok, yang juga menjadi justifikasi harga, terletak pada sektor kamera. Xiaomi 17 reguler membawa tiga kamera belakang 50 Megapiksel (MP): kamera utama dengan sensor Light Fusion 950, ultrawide, dan telefoto mengambang (floating telephoto) dengan pembesaran optik 5x. Untuk kebutuhan konten harian hingga media sosial, spesifikasi ini sudah tergolong mewah.

Xiaomi 17 Ultra bermain di liga berbeda. Ponsel ini memiliki empat kamera belakang dengan senjata utama 50MP yang menggunakan sensor raksasa 1 inci Light Fusion 1050L dengan teknologi LOFIC HDR, membuatnya sangat peka terhadap cahaya rendah pantas menyandang julukan “Master of the Night” . Yang lebih mencengangkan, kehadiran kamera periskop 200MP dengan lensa zoom mekanis kontinu 75-100mm (pembesaran hingga 400mm digital) yang mengacu pada standar optik Leica APO untuk meminimalisasi gangguan warna.

Xiaomi mematok harga cukup beringas untuk menggoyang dominasi pesaing. Xiaomi 17 varian 12GB/256GB dijual Rp14.999.000, sementara varian 12GB/512GB dilepas Rp15.999.000.

Untuk Xiaomi 17 Ultra, varian 16GB/512GB dibanderol Rp19.999.000, dan varian 16GB/1TB menembus angka Rp22.999.000. Sebagai aksesori pelengkap, Xiaomi merilis Photography Kit Pro (grip fisik ala kamera Leica) seharga Rp1.999.000 .

Leica Leitzphone: Ketika Kamera Jerman Melebur dengan Teknologi China

Foto: tampilan xiaomi leica leitzphone yang pertama kalinya dipajang di Leica Store.

Bagi kolektor dan penggemar sejati fotografi, ada varian yang lebih eksklusif: Xiaomi Leica Leitzphone. Ini bukan sekadar ponsel, melainkan pernyataan gaya hidup. Dibanderol Rp29.999.000, edisi terbatas ini hanya bisa didapatkan melalui undian.

Leitzphone merupakan bukti paling nyata dari kedalaman kolaborasi Xiaomi dan Leica. Ponsel ini sejatinya adalah Xiaomi 17 Ultra yang didesain ulang dengan sentuhan identitas Leica yang sangat kental, sekaligus menandai peralihan mitra teknologi Leica dari Sharp ke Xiaomi untuk pasar global .

Ciri Khas yang Membedakan

Secara fisik, Leitzphone tampil berbeda dengan balutan warna hitam dof penuh, tanpa kombinasi dua warna seperti saudaranya. Logo Leica dipasang vertikal di bagian belakang, dan di bingkai samping terdapat ukiran “LEICA CAMERA GERMANY” yang menjadi trademark eksklusivitas .

Fitur yang paling ikonik adalah kehadiran mechanical camera ring di sekitar modul kamera. Cincin fisik ini dapat diputar untuk menyesuaikan berbagai parameter fotografi seperti focal length, zoom, exposure, ISO, dan shutter speed—memberikan sensasi memotret seperti menggunakan kamera Leica sungguhan.

Dari sisi perangkat lunak, Leitzphone membawa pengalaman yang benar-benar berbeda. Seluruh antarmuka pengguna didesain ulang dengan filosofi Leica, mulai dari ikon monokrom, widget eksklusif LFI (Leica Fotografie International), hingga font khas Leica .

Dalam aplikasi kameranya, terdapat mode eksklusif “Leica Essential” yang mereplikasi karakteristik warna legendaris kamera Leica M9 dan M3. Ada pula 13 pilihan “Leica Looks” dan simulasi bokeh dari 5 lensa klasik Leica .

Warisan Baru, Harga Lama

Dengan dibanderol harga Rp29,99 juta, Leitzphone jelas bukan untuk semua orang. Namun bagi mereka yang memahami nilai sebuah kamera Leica yang satu unitnya bisa mencapai ratusan juta rupiah—harga ini bisa dibilang masuk akal. Terlebih, Leitzphone juga dilengkapi sertifikat keaslian dan kemasan spesial layaknya produk kamera premium.

Presiden Xiaomi Group Lu Weibing menyebut bahwa Leitzphone adalah “puncak dari kolaborasi Xiaomi dan Leica,” sebuah pernyataan yang menegaskan posisi perangkat ini sebagai mahakarya bersama .

Sesuaikan dengan Kebutuhan

Jika Anda butuh ponsel gesit untuk pemakaian intens dan sesekali mengambil foto aesthetic untuk media sosial, Xiaomi 17 adalah pilihan rasional. Performanya buas, ukurannya ringkas, dan baterainya lebih besar.

Namun jika Anda berprinsip bahwa setiap momen berharga harus diabadikan dengan kualitas kamera tanpa kompromi entah untuk kebutuhan profesional atau sekadar hobi fotografi menyiapkan dana hingga Rp22 juta untuk Xiaomi 17 Ultra adalah investasi yang logis.

Dan bagi Anda yang menginginkan pengalaman Leica yang paling otentik, dengan cincin kamera fisik dan identitas Jerman yang kuat, Leitzphone edisi terbatas adalah jawabannya. Tapi ingat, harganya selangit dan ketersediaannya terbatas. (Cc)

Bagikan:

Seven Decades of Iran-US Conflict: From the 1953 CIA Coup to the 2026 Nuclear Ultimatum