Penajam Paser Utara, Sketsa.id – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Paser menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Sekretariat DPC setempat, Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Dewan Pimpinan Pusat pasca Kongres VI tahun 2025 dan menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi partai secara menyeluruh.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa Musancab adalah amanah partai yang harus segera dituntaskan setelah pembentukan struktur pengurus di tingkat provinsi dan kabupaten kota. “Hari ini kita telah melaksanakan Musancab PDI Perjuangan Kabupaten Paser, ada 10 kecamatan yang kita bentuk untuk strukturnya. Ini adalah amanah Kongres VI partai yang harus kita laksanakan,” ujarnya.
Setelah tahapan konferda dan konfercab beberapa waktu lalu, partai kini fokus membentuk kepengurusan di tingkat PAC. Target pembentukan struktur PAC ditetapkan rampung pada Juni 2026. Selanjutnya, konsolidasi akan diperluas hingga ke ranting dan anak ranting di tingkat desa, kelurahan, hingga RT/RW dan dusun. “Kita tidak hanya fokus pada agenda organisasi, tapi juga harus menjalankan program-program kerakyatan. Seluruh kader, baik di eksekutif, legislatif,maupun struktural partai, harus gotong royong menjawab persoalan masyarakat Kaltim,” tegasnya.
Ananda mengakui keterbatasan kekuatan politik PDI Perjuangan di Kabupaten Paser yang saat ini hanya memiliki dua kursi di DPRD. Namun ia optimistis dengan dukungan struktur di tingkat provinsi yang lebih kuat. “Kita memang minim di Paser, tapi di provinsi kita punya wakil ketua DPRD dan sembilan anggota fraksi PDI Perjuangan. Ini menjadi energi tambahan untuk membantu kerja-kerja kader di daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Paser, Hamransyah, menyebut Musancab sebagai langkah strategis untuk memperkuat mesin partai menghadapi kontestasi politik ke depan, mulai dari pilkada, pileg, hingga pilpres. Ia menargetkan peningkatan kursi legislatif pada Pemilu 2029, yakni meraih 5 hingga 6 kursi DPRD. “Kita harus bisa breakdown target itu. PDIP di Paser sudah cukup lama tidak memiliki satu fraksi utuh di DPRD, sementara ke depan jumlah fraksi kemungkinan hanya empat,” katanya.
Hamransyah juga menekankan pentingnya soliditas internal dan kedekatan dengan masyarakat. Ia meminta seluruh kader meninggalkan ego sektoral dan bekerja secara gotong royong.
“Saya selalu tekankan dalam rapat, tidak boleh ada lagi jalan sendiri-sendiri. Kita harus satu arah,” tegasnya. Ia juga mengingatkan kader agar bijak dalam bermedia sosial dan menjaga marwah PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik. “Dengan terbentuknya PAC, ranting, dan anak ranting, komunikasi politik akan semakin kuat. Itu yang nantinya memudahkan kita mencapai target,” pungkasnya. (*)










