Samarinda, Sketsa.id – Harapan akan hadirnya kawasan hunian yang lebih manusiawi dan terintegrasi mulai menemukan wujudnya. Di tengah kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal yang layak dan nyaman, proyek hunian terpadu Epic City resmi memasuki tahap pembangunan, ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama di kawasan Jalan Kadrie Oening, Sabtu (18/4/2026) pagi.
Wakil Walikota Samarinda, Saefuddin Zuhri, hadir langsung dalam seremoni tersebut. Menurutnya, pembangunan kawasan hunian harus mampu menjawab kebutuhan warga, tidak hanya dari sisi fisik bangunan, tetapi juga kualitas hidup secara menyeluruh.
“Pembangunan kota bukan hanya soal gedung. Yang utama adalah bagaimana menciptakan ruang hidup yang nyaman, aman, dan manusiawi,” Ungkap Saefuddin Zuhri dalam sambutan.
Lebih lanjut, Saefuddin Zuhri menyebutkan proyek Epic City dikembangkan sebagai kawasan berkonsep Integrated Life, Work, and Fun, yang menggabungkan fungsi hunian, ruang kerja, serta fasilitas gaya hidup dalam satu kawasan terpadu. Di atas lahan seluas kurang lebih 9 hektare, pengembang merencanakan pembangunan 388 unit rumah dan 32 rumah toko (ruko).
Tak hanya itu, berbagai fasilitas penunjang juga disiapkan, mulai dari masjid, sarana olahraga, taman baca, hingga layanan kesehatan. Konsep ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas masyarakat secara menyeluruh dalam satu kawasan.
Meski mengapresiasi hadirnya proyek tersebut, Saefuddin memberikan sejumlah catatan penting kepada pengembang. Ia mengingatkan agar pembangunan tidak mengabaikan aspek teknis yang krusial, khususnya terkait sistem drainase dan infrastruktur dasar.
“Jangan sampai pembangunan ini justru menambah persoalan baru. Drainase harus benar-benar diperhatikan, termasuk ketersediaan air bersih, listrik, dan elevasi kawasan,” Tegas Saefuddin Zuhri.
Jika dikelola dengan baik, ia optimistis Epic City dapat menjadi salah satu ikon hunian baru di Samarinda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini bukan sekadar pembangunan, tapi investasi masa depan kota. Kalau direncanakan dengan baik, kawasan ini bisa jadi kebanggaan Samarinda,” Tutupnya Saefuddin Zuhri.
Prosesi groundbreaking ditutup dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Wali Kota, diawali dengan ucapan “Bismillahirrahmanirrahim” sebagai simbol dimulainya pembangunan proyek tersebut. (Adv/Diskominfo Kota Samarinda/ap)









