Usai Kecelakaan Maut di Bekasi, Prabowo Perintahkan Perbaikan 1.800 Titik Perlintasan

Selasa, 28 April 2026 - 07:02 WITA
Bagikan:
Foto: kondisi kereta api yang ditabrak. (ist)

Bekasi, Sketsa.id – Presiden Prabowo Subianto menjenguk para korban kecelakaan kereta api di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026). Dalam kunjungan itu, ia berjanji akan memperbaiki 1.800 titik perlintasan sebidang di Pulau Jawa yang belum tersentuh perbaikan sejak zaman kolonial Belanda.

Di Jawa ada 1.800 titik lintasan seperti ini, saya kira dari zaman Belanda, sudah berapa puluh tahun,” kata Prabowo di lokasi. “Sekarang sudahlah, kita selesaikan semua itu. Saya akan perintahkan segera kita akan perbaiki semua lintasan tersebut, apakah dengan pos jaga atau dengan flyover.”

Pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp4 triliun untuk proyek perbaikan perlintasan kereta api di Jawa. “Ya nanti pelaksanaannya kita tunjuk, kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 triliun demi keselamatan,” ujarnya.

Kronologi Kecelakaan Beruntun di Bekasi Timur

Kecelakaan maut terjadi Senin (27/4/2026) malam. Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti di peron 2 Stasiun Bekasi Timur. Tragedi ini berawal sekitar 35 menit sebelumnya di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera.

Sebuah taksi listrik Green SM mogok di tengah rel dan tertemper KRL CRRC Jakarta–Cikarang. Akibatnya, KRL di belakangnya tertahan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Dalam waktu singkat, tiga rangkaian kereta terlibat insiden beruntun atau yang dikenal dengan efek domino.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa insiden bermula dari kecelakaan di perlintasan rel di kawasan Bulak Kapal. “KRL-nya ada taksi yang menabrak KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya berhenti,” katanya. Karena KRL berhenti di jalur tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang berada di belakangnya tidak dapat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL.

Kecelakaan ini menjadi perhatian serius pemerintah mengingat jalur kereta api di Pulau Jawa masih menyisakan ratusan perlintasan sebidang yang berisiko tinggi. Dengan janji perbaikan menyeluruh, publik berharap tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang. (*)

Bagikan:

Ketua IKAT Kaltim Imbau Warga Toraja Jaga Kondusivitas Daerah: Dukung Pemerintah yang Sah