Kukar Buka Kolaborasi Perusahaan Gelar Festival, Konsepnya “Keroyokan”

Selasa, 29 September 2026 - 15:27 WITA
Bagikan:

Kutai Kartanegara, Sketsa.id – One company one festival menjadi gagasan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan. Perusahaan besar yang beroperasi di Kukar diharapkan ikut menggelar festival pariwisata di daerah.

Konsep ini menjadi alternatif di tengah kondisi fiskal daerah yang menghadapi keterbatasan anggaran. Hal itu disampaikan Plt Kepala Dispar Kukar Awang Agus Dharmawan, Selasa (29/9/2026).

Dikatakan Plt Kepala Dispar Kukar Awang Agus Dharmawan, konsep ini adalah bentuk kolaborasi yang dapat menjadi alternatif di tengah kondisi fiskal daerah yang saat ini menghadapi keterbatasan anggaran.

“Dalam tekanan fiskal yang luar biasa, dengan keterbatasan anggaran yang ada, kita harus mengeluarkan kreativitas kita,” bebernya saat dihubungi, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk membangun komunikasi dengan pihak perusahaan agar bersama-sama dapat mendukung kegiatan pariwisata.

Awang menyebut bahwa pelaksanaan festival nantinya tidak harus sepenuhnya ditanggung pemerintah. Dengan melibatkan perusahaan, beban penyelenggaraan dapat dibagi melalui konsep gotong royong.

“Ini bahasanya kita lagi ‘keroyokan’ untuk satu event. Jadi prinsip gotong royong ada juga di dalam situ,” ujarnya.

Ia menilai, pola tersebut dapat membuat penyelenggaraan kegiatan menjadi lebih ringan karena pembiayaan maupun dukungan terhadap event dilakukan secara bersama-sama.

“Kalau kita tanggung sama-sama, akan lebih ringan. Sebenarnya kondisi ini tidak nyaman di tengah keterbatasan anggaran. Tapi saya lihat dari sisi lain, artinya dengan keterbatasan ini seharusnya kita jadi kreatif,” jelasnya.

Kreativitas tersebut kata dia, diperlukan agar kegiatan pariwisata tetap dapat berjalan tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menyampaikan bahwa konsep one company one festival ditargetkan mulai didorong pada tahun depan.

Perusahaan besar di Kukar diharapkan tidak hanya menjalankan aktivitas usaha. Mereka juga diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pariwisata daerah melalui penyelenggaraan festival.

“Tahun depan harusnya ada one company, one festival agar satu perusahaan besar di Kukar punya satu festival,” tuturnya.

Rendi menyebut, konsep tersebut diharapkan dapat melengkapi program one district, one festival yang telah berjalan di Kukar. Dengan demikian, penyelenggaraan festival tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui OPD, tetapi juga melibatkan sektor swasta.

“Bukan hanya dinas yang bekerja, bukan hanya pemerintah yang ikut bekerja. Tetapi perusahaan ikut berkontribusi secara nyata untuk bidang pariwisata di Kukar,”tutupnya. (Adv/Diskominfo Kaltim/cc)

Bagikan:

Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN, Kukar Akan Siapkan Pengalihan Anggaran untuk Sekolah