Tenggarong, Sketsa.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan mengecek kembali data siswa-siswi yang terdampak kebakaran di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, untuk memastikan bantuan perlengkapan sekolah tersalurkan tepat sasaran.
Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan mencocokkan jenjang pendidikan, status penerimaan bantuan, serta wilayah tempat tinggal siswa. Langkah ini diperlukan agar seluruh anak yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat kebakaran dapat terakomodasi dan tidak ada yang terlewat.
Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, mengatakan sebagian siswa terdampak bencana kebakaran yang baru-baru ini terjadi, sebenarnya telah menerima bantuan dari sekolah masing-masing.
Namun, pendataan secara menyeluruh tetap harus diperlukan untuk mengetahui siswa yang belum mendapatkan bantuan dan memastikan kebutuhan mereka terpenuhi.
“Sebenarnya datanya sudah ada, cuma secara keseluruhan memang kita akan cek kembali dari statusnya, dari tingkatnya dan wilayah Tenggarong kita akan segera realisasikan,” ungkapnya di DPRD Kukar, Senin (12/10/2026).
Kebakaran di Kelurahan Melayu terjadi pada Senin, 5 Oktober 2026, di kawasan Jalan AM Alimuddin, RT 33. Peristiwa ini berdampak terhadap ratusan warga, termasuk anak-anak usia sekolah yang kehilangan tempat tinggal beserta sejumlah barang kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, kebakaran di Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai, terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kedua peristiwa tersebut menjadi perhatian Disdikbud Kukar, terutama terkait pemenuhan kebutuhan pendidikan bagi siswa yang terdampak.
Pujianto menjelaskan, Disdikbud telah menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa korban kebakaran di Muara Muntai Ulu sebanyak 12 paket. Setiap paket diperuntukkan bagi satu anak dan mencakup seragam serta perlengkapan sekolah lainnya.
Bantuan tersebut diberikan kepada siswa jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP). Sementara itu, penanganan kebutuhan siswa sekolah menengah atas (SMA) dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi sesuai kewenangannya.
Untuk korban kebakaran di Kelurahan Melayu, Disdikbud masih melakukan pendataan sebelum merealisasikan bantuan. Pujianto memastikan penyaluran akan dilakukan dalam waktu dekat setelah kebutuhan siswa teridentifikasi.
Ia menegaskan, siswa korban kebakaran tidak perlu mengajukan permohonan secara terpisah untuk mendapatkan bantuan. Sebab Disdikbud akan mengakomodasi kebutuhan mereka melalui pendataan yang dilakukan bersama pihak terkait.
“Jadi langsung kita data,” bebernya.
Selain melakukan pengecekan data, Disdikbud Kukar juga menyiapkan tambahan anggaran dalam program seragam sekolah gratis untuk mengakomodasi kebutuhan siswa korban bencana.
Bantuan itu diharapkan dapat membantu anak-anak kembali mengikuti kegiatan belajar dengan perlengkapan sekolah yang memadai.
Di sisi lain, Disdikbud Kukar turut membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang kehilangan ijazah akibat kebakaran. Warga yang melaporkan kehilangan dokumen ini akan dibantu dalam proses pengurusan hingga penerbitan surat keterangan pengganti ijazah.
Pujianto mengatakan laporan kehilangan ijazah sudah banyak diterima. Pihaknya akan membahas persoalan ini bersama para pemangku kepentingan, termasuk kepolisian, ketua RT, kelurahan, kecamatan, dan pihak sekolah.
“Termasuk ijazahnya juga kita buat posko untuk pengaduan. Jadi yang kehilangan ijazah nanti akan kita bantu untuk pengurusannya sampai penerbitan surat keterangan pengganti ijazah,” tandasnya.










