TMMD Kukar Bangun Jalan Usaha Tani 2,1 Kilometer di Jembayan Tengah, Bupati Harap Biaya Produksi Petani Turun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:55 WITA
Bagikan:
Foto : Suasana pembukaan TMMD ke-130 Kodim 0906/Kukar di Lapangan Bola Loa Kulu Kota, Selasa (13/10/2026).

Loa Kulu, Sketsa.id – Pembangunan jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, diharapkan membantu menekan biaya produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, pembangunan jalan tersebut akan membantu konektivitas lahan pertanian seluas sekitar 100 hektare. Akses yang lebih baik diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas para petani sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

“Untuk konektivitas yang akan dikerjakan, sekitar 100 hektare lahan akan terbantu dengan adanya kegiatan ini. Tentunya, hal tersebut akan meningkatkan produktivitas petani,” ungkapnya saat menghadiri TMMD ke-130 Kodim 0906/Kukar di Lapangan Bola Loa Kulu Kota, Selasa (13/10/2026).

Menurut Aulia, pembangunan infrastruktur pertanian perlu memberikan dampak terhadap efisiensi usaha tani. Karena itu, ia berharap perbaikan akses menuju lahan dapat benar-benar membantu menekan biaya produksi sehingga petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

“Kita berharap melalui kegiatan ini, maka HPP bisa diturunkan sehingga nilai tukar petani dapat meningkat dan kesejahteraan petani lebih kita tingkatkan lagi,” harapnya.

Program TMMD ke-130 tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan usaha tani. Kegiatan yang berlangsung selama satu bulan tersebut juga mencakup pembangunan lima unit mandi, cuci, kakus (MCK), renovasi lima rumah tidak layak huni (RTLH), renovasi satu musala, pembangunan gorong-gorong, serta lima jembatan kayu.

Aulia mengapresiasi keterlibatan TNI bersama pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di Kukar. Ia berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus dikembangkan. Apalagi, tadi sudah disampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan empat kali dalam satu tahun,” tuturnya.

Komandan Kodim 0906/Kukar Letkol Arm Benny Budiman menjelaskan bahwa TMMD merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan, terutama di wilayah pedesaan.

“TMMD merupakan program lintas sektoral kerja sama antara Kementerian Pertahanan, dalam hal ini Mabes TNI, serta pemerintah daerah, dalam hal ini Kodim 0906/Kutai Kartanegara dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Benny.

Pembangunan jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter kata Benny, akan menggunakan material agregat kelas B. Infrastruktur ini menjadi salah satu sasaran fisik utama yang diharapkan mendukung akses masyarakat menuju kawasan pertanian.

Selain pembangunan jalan, TMMD juga mencakup pembangunan lima titik sumur bor. Salah satunya ditujukan untuk membantu pengairan sawah guna mendukung kegiatan tanam padi pada musim tanam mendatang.

Disinggung alasan terpilihnya Desa Jembayan Tengah, Benny menegaskan bahwa desa ini dipilih berdasarkan usulan perencanaan yang telah diajukan sejak tahun 2025 melalui musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes).

Pemilihan lokasi juga mempertimbangkan kebutuhan pembangunan kawasan pertanian dan posisi strategis desa sebagai salah satu penghubung menuju wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Perencanaan kegiatan di Desa Jembayan Tengah sudah diusulkan pada 2025. Sesuai rencana Musrenbangdes yang diajukan melalui desa, kegiatan ini mengarah ke Desa Jembayan Tengah. Lokasinya juga menjadi penghubung ke IKN kan,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 150 orang personel TNI dari berbagai satuan dilibatkan. Personel ini termasuk anggota Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang didatangkan dari Balikpapan.

Selain sasaran fisik, TMMD juga menjalankan beberapa kegiatan nonfisik, yaitu penyuluhan pencegahan radikalisme, sosialisasi wawasan kebangsaan, program keluarga berencana dan kesehatan. Kegiatan lain meliputi pengobatan gratis massal dan pemberian santunan pada anak yatim.

Seluruh pekerjaan TMMD ke-130 di Desa Jembayan Tengah ditargetkan rampung pada 11 November 2026. Kegiatan ini diharapkan bisa memperkuat infrastruktur desa, mendukung produktivitas pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Target rampung tanggal 11 November 2026,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)

Bagikan:

Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN, Kukar Akan Siapkan Pengalihan Anggaran untuk Sekolah