Segitiga Danau Aji Bakal Ditata, Pemkab Kukar Bahas Bunker dan Jaringan Hidran

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:34 WITA
Bagikan:
Foto : Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) penataan kawasan Segitiga Danau Aji di DPRD Kukar, Senin (12/10/2026).

Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) dan DPRD Kukar membahas rencana penataan kawasan rawan kebakaran di Segitiga Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Senin sore (12/10/2026).

Langkah jangka panjang tersebut mencakup pembebasan lahan, pembangunan fasilitas penampungan air, serta jaringan hidran untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran permukiman.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan Segitiga Danau Aji masih membutuhkan penanganan langsung karena tingkat kerawanannya belum dapat diabaikan.

“Jangka panjang, kami ingin kawasan itu ditata. Kalau ada lahan masyarakat yang bisa dibebaskan, di situ bisa dibangun fasilitas penampungan air (bunker) dan jaringan hidran khusus untuk wilayah tersebut,” ungkapnya saat ditemui usai RDP di DPRD Kukar, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa penataan kawasan perlu disiapkan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko kebakaran di permukiman padat. Namun, langkah ini membutuhkan waktu, terutama untuk menentukan lokasi, pembebasan lahan, dan menyesuaikan pembangunan dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah.

Karena itu, Damkarmatan juga meminta agar penanganan jangka pendek tetap berjalan bersamaan dengan perencanaan jangka panjang. Salah satu kebutuhan mendesak ialah penyediaan tandon air berkapasitas 5.000 liter untuk membantu para petugas memperoleh pasokan air ketika terjadi kebakaran.

“Kita juga minta tandon berkapasitas 5.000,” bebernya.

Fida menyebutkan, Damkarmatan sebelumnya mengusulkan lima tandon dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Dari jumlah ini, baru dua unit yang terealisasi. Penambahan tandon diharapkannya, dapat memperkuat kesiapsiagaan di kawasan Segitiga Danau Aji.

“Kalau bicara program ke depan, saya hormat dan salut. Tapi, kami butuh penanganan sekarang. Damkar butuh air. Kalau tandon bisa disediakan, itu salah satu langkah jangka pendek yang bisa segera dilakukan. Tadi juga Perkim menawarkan tandon 1.000 liter. Saya katakan kita butuh yang 5.000,” tegasnya.

Selain lima buah tandon, pemasangan hidran turut dibahas bersama PDAM. Dalam rapat ini beber dia, PDAM pun menyatakan kesiapan membantu penyediaan jaringan air, termasuk mempertimbangkan penggunaan pipa induk agar pasokan air dapat menjangkau bagian dalam gang permukiman.

“PDAM bersedia membantu. Kapasitasnya saya secara teknis nggak ngerti bar-nya atau PSI-nya. Tapi secara teknis itu ada pipa untuk rumah tangga, ada pipa induk. Kemungkinan PDAM pasang di pipa induknya. Tekanannya agak besar daripada pipa khusus yang sudah terbagi,” jelasnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kukar, M. Andi Faisal, mengatakan rapat tersebut juga membahas pembagian peran sejumlah instansi dalam memperkuat mitigasi kebakaran. Pengadaan tandon dan pemasangan hidran menjadi bagian dari upaya yang dibahas untuk kawasan Danau Aji.

Untuk jangka panjang, DPRD juga berencana membahas pembangunan sejumlah instalasi penampungan air di dekat kawasan yang telah diidentifikasi Damkarmatan sebagai zona merah kebakaran pada tahun mendatang.

“Tahun depan, kita akan mencoba membuat beberapa instalasi tempat penampungan air di dekat-dekat kemungkinan zona merah yang sudah diidentifikasi oleh pemadam,” tandasnya.

Bagikan:

Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN, Kukar Akan Siapkan Pengalihan Anggaran untuk Sekolah