Gembong Narkoba Internasional dan Oknum Polres Kubar, 14 Nama Masuk Daftar Pendalaman

Senin, 18 Mei 2026 - 07:07 WITA
Bagikan:
Foto: ilustrasi (ist)

Samarinda, Sketsa.id – Sebuah rekaman suara yang diduga berisi pembahasan jaringan narkoba di Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, viral di media sosial. Rekaman itu menyeret sejumlah nama, termasuk Ishak, eks Kasat Narkoba Polres Kubar AKP Deky Jonathan Sasiang, serta beberapa anggota kepolisian lainnya.

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, mengatakan rekaman tersebut kini masuk tahap pendalaman. Polisi menelusuri satu per satu pihak-pihak yang disebut dalam percakapan itu. Tak hanya suara, foto-foto yang ikut tersebar juga sedang diuji.

“Jadi memang beredar rekaman ini. Kemudian juga sempat beredar foto-foto dari anggota polisi. Propam tentu saja sudah mendalami keterkaitan orang-orang yang disebut itu,” ujar Yuliyanto dalam konferensi pers di Mako Polresta Samarinda, Minggu (17/5/2026).

Yuliyanto menegaskan, barang bukti rekaman sudah diuji secara forensik. Namun, apakah suara tersebut asli atau hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), akan dibuktikan di persidangan. “Nanti kita lihat di persidangan. Apakah itu AI atau memang betul voice note asli,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Propam Polda Kaltim, Kombes Pol Hariyanto, menyebut pemeriksaan terhadap eks Kasat Narkoba Polres Kubar, AKP Deky Jonathan Sasiang, sudah hampir rampung. Sidang kode etik dijadwalkan berlangsung Senin (18/5/2026).

“Berkas sudah selesai, siap sidang dilaksanakan besok. Sementara yang lain masih dalam tahap pendalaman maupun pemeriksaan,” ujar Hariyanto.

Ia menambahkan, siapapun yang terlibat dalam jaringan atau kelompok AKP Deky akan diperiksa. Polisi akan mengelompokkan peran masing-masing dan menentukan pelanggarannya.

14 Nama Masih Didalami, Polisi Buka Peluang Pengembangan

Dari rekaman yang beredar, disebut sekitar 13 hingga 14 nama. Yuliyanto memastikan penyidik tidak berhenti pada satu nama saja. Semua akan dicek satu per satu, baik oleh Direktorat Narkoba maupun Propam.

“Sekitar 13 sampai 14 nama yang disebutkan. Ini harus dicek satu per satu, peran masing-masing seperti apa,” pungkasnya.

Publik pun mendesak agar pengungkapan jaringan narkoba di Kubar tidak berhenti di level bawah. Masyarakat meminta kepolisian membuka seluruh rantai peredaran yang disebut dalam rekaman tersebut.

Polda Kaltim memastikan akan terus mengembangkan kasus ini tanpa bergantung pada asumsi publik semata. Seluruh nama yang muncul akan diproses sesuai bukti dan keterangan yang ada. (cc)

Bagikan:

Ketua IKAT Kaltim Imbau Warga Toraja Jaga Kondusivitas Daerah: Dukung Pemerintah yang Sah