Geram Jilid II Gelar Aksi “Indonesia Darurat” di Samarinda, Soroti BBM hingga Hak Angket Mandek

Kamis, 18 Juni 2026 - 04:54 WITA
Bagikan:
Foto : suasana aksi dari Aliansi Geram di simpang Jalan Slamet Riyadi dan sempat menutup jalan di kawasan jembatan mahakam.

Samarinda, Sketsa.id – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aksi Indonesia Darurat, Kaltim Bergerak memadati kawasan Simpang Tiga Jalan Slamet Riyadi, Samarinda, Kamis (18/6/2026). Mereka menyuarakan keprihatinan atas berbagai persoalan nasional dan daerah yang dinilai semakin membebani rakyat.

Aksi yang diinisiasi oleh Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) Jilid II ini mengusung lima tuntutan utama. Mulai dari penurunan harga BBM dan bahan pokok, penghentian represivitas aparat, evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penghentian pemborosan APBN dan APBD, hingga desakan agar hak angket segera diparipurnakan. Humas GERAM Jilid II, Maulana Faiq Maftuh, menyampaikan bahwa kenaikan harga BBM dan bahan pokok telah menekan daya beli masyarakat.

“Kondisi ini semakin memberatkan masyarakat. Kami meminta pemerintah segera menurunkan harga BBM dan bahan pokok,” ujarnya dalam orasi di lokasi aksi.

Selain persoalan ekonomi, massa juga menyoroti meningkatnya keterlibatan unsur militer di ruang sipil. Mereka mendesak pemerintah mengembalikan fungsi militer sesuai tugas pokoknya. “Kembalikan militer ke ranah-ranah militer, bukan masuk ke ruang-ruang sipil,” tegas Maulana.

GERAM juga mengkritik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang dinilai masih menyisakan persoalan, seperti makanan tidak layak konsumsi yang diterima peserta didik. “Masih ada laporan anak-anak menerima makanan yang tidak layak,” katanya. Program Koperasi Desa Merah Putih juga dinilai belum menunjukkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Massa juga mendesak agar hak angket yang selama ini bergulir tidak kembali ditunda dan segera dibawa ke rapat paripurna. “Jangan tunda lagi hak angket dan segera paripurnakan. Masyarakat terus dibodohi dan diberi janji-janji tanpa kepastian,” ucapnya.

Pemilihan lokasi aksi di Simpang Tiga Jalan Slamet Riyadi bertujuan agar pesan yang mereka bawa dapat langsung diterima masyarakat luas. Maulana menambahkan bahwa aksi ini juga bertujuan memberikan pemahaman kepada publik mengenai dampak kenaikan BBM yang mulai dirasakan di berbagai daerah, termasuk munculnya kelangkaan dan kenaikan harga bahan bakar di tingkat masyarakat. (cc)

Bagikan:

Kronologi Perempuan Bandung Disekap dan Dianiaya Kekasih Selama 3 Tahun, Korban Sempat Tutupi Fakta