Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) turut membuka pelayanan kesehatan bagi warga terdampak kebakaran di RT 33 Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.
Pelayanan kesehatan melalui Posko Puskesmas Rapak Mahang kata Kepala Dinkes Kukar Ismi Muffidah, telah disiagakan sejak malam terjadinya kebakaran, Senin (5/10/2026).
Tenaga kesehatan yang diturunkan terdiri dari dokter umum dan perawat untuk melayani korban maupun masyarakat sekitar yang membutuhkan pemeriksaan. Menurutnya, pelayanan kesehatan menjadi bagian dari penanganan masyarakat setelah musibah kebakaran terjadi.
baca juga :Uang Proyek Dihabiskan Judi Online, Karyawan Bawa Kabur Mobil dan Peralatan Perusahaan
“Posko Puskesmas Rapak Mahang sejak kejadian sudah standby, ada dokter umum, ada perawat. Sudah ada banyak juga yang dilayani dari korban, dari masyarakat sekitar,” ungkapnya, Rabu sore (7/10/2026).
Dari hasil pelayanan dan pendataan di lapangan beber Ismi, terdapat warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut hingga harus dirujuk ke RSUD AM Parikesit. Salah satunya merupakan ibu hamil yang turut menjadi korban kebakaran.
“Dari puskesmas itu mendata ya, ada ibu hamil yang juga jadi korban,” bebernya.
Ismi mengatakan pelayanan kesehatan telah berjalan sejak malam kebakaran. Petugas puskesmas juga berkoordinasi dengan para relawan dalam memberikan pelayanan kepada warga.
Selain pelayanan kesehatan, Dinkes Kukar turut menyalurkan bantuan logistik bagi korban. Bantuan tersebut dikumpulkan jajaran Dinkes Kukar sejak sehari sebelumnya dan diserahkan melalui Posko Kelurahan Melayu.
Bantuan berupa beras, mi instan, telur, pakaian layak pakai, sepatu, pembalut wanita, sikat gigi dan pasta gigi. Majelis Taklim Dinkes juga turut menyerahkan uang tunai sekitar Rp2,6 juta.
“Jadi sembakonya ada beras, ada mi instan, ada juga pakaian-pakaian layak pakai, ada sepatu, ada macam-macam tadi, ada telur juga. Pembalut wanita tadi ada. Sikat gigi, odol,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar Muslik mengatakan jajaran DKP juga mengumpulkan bantuan dari pegawai dan tenaga penyuluh, berupa pakaian layak, sembako, makanan instan, dan uang tunai.
“Bantuannya kita serahkan ke Pemerintah Kelurahan Melayu,” kata Muslik.
Sore itu, Rabu (7/10/2026), Ketua TP PKK Kukar Andi Deescha Pravidhia Aulia terlihat menyalurkan bantuan. Istri Bupati Kukar ini mengatakan bahwa bantuan bagi korban terus berdatangan sejak kebakaran terjadi.
Ia pun mengapresiasi tingginya kepedulian masyarakat terhadap warga yang terdampak.
“Bantuan itu terus mengalir, makanan sampai berlebihan. Saya kemarin kan ke sini juga,” tuturnya.
Plt Camat Tenggarong Isnaniah membenarkan bahwa banyaknya bantuan makanan bahkan membuat persediaan di posko berlebih, karena bantuan datang sejak pagi hingga malam.
Di tempat yang sama, istri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Wahyu Hernaningsih Seno nampak menyerahkan bantuan juga untuk korban kebakaran. Bantuan dihimpun dari majelis taklim dan organisasi-organisasi wanita, dengan jenis bantuan disesuaikan kebutuhan warga, termasuk kebutuhan perempuan dan anak.
“Yang dibawakan sesuai dengan yang diharapkan, yaitu sembako, kemudian underwear, kebutuhan untuk anak-anak seperti susu, roti, popok, pampers, kemudian pembalut dan lain sebagainya,” terang Wahyu.
Berdasarkan informasi pemerintah Kelurahan Melayu, terdapat sebanyak 72 KK terdampak kebakaran. Sebagian warga sementara tinggal bersama orang tua, saudara maupun kerabat.
Wahyu berharap warga terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan seperti sebelumnya.
“Mudah-mudahan semua masyarakat yang terkena dampak kebakaran ini segera pulih, segera diberikan kesabaran dan insyaallah semua akan menjadi lebih baik lagi,” harapnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)










