Kukar Siapkan 25 Pemuda Ikut Pelatihan Kerja di Batam Akhir Oktober

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:20 WITA
Bagikan:
Foto : Bupati Kukar Aulia Rahman Basri soal program Kukar Siap Kerja.

Tenggarong, Sketsa.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyiapkan 25 pemuda untuk mengikuti pelatihan kerja di Batam pada akhir Oktober 2026.

Program ini menjadi bagian dari Kukar Siap Kerja yang dirancang untuk mempertemukan kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri.

Hal itu dikatakan Bupati Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Sabtu (3/10/2026). Pelatihan ini kata dia, merupakan hasil kolaborasi Pemkab Kukar dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) beserta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) sektor migas.

“Target kita eksekusi di akhir Oktober. Ini sudah angkatan keempat,” ungkapnya.

Menurutnya, program Kukar Siap Kerja dibangun untuk memperkecil kesenjangan kompetensi antara pencari kerja dan kebutuhan perusahaan. Sebab, perusahaan umumnya memiliki persyaratan kompetensi tertentu yang belum tentu dimiliki pencari kerja.

Karena itu, Pemkab Kukar mengarahkan pelatihan berdasarkan kebutuhan pemberi kerja. Dengan pola tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi sejak awal diarahkan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kukar Siap Kerja itu konsepnya adalah mendekatkan gap antara pemberi kerja dengan pencari kerja,” bebernya.

Aulia menjelaskan, pelatihan juga menyasar pemuda dari kelompok desil 1 hingga desil 5. Pemkab Kukar bertugas menjaring calon peserta, sedangkan dukungan pembiayaan diarahkan melalui SKK Migas dan K3S.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuat program pelatihan lebih tepat sasaran karena peserta yang mengikuti pelatihan sudah disiapkan berdasarkan kebutuhan industri.

“Pelatihan kita ini sudah terkonek dengan para pemberi kerja, sehingga pada saat mereka selesai pelatihan itu langsung diserap oleh industri atau para pemberi kerja,” jelasnya.

Untuk program kali ini, terdapat tiga jenis pelatihan yang telah ditetapkan. Yakni operator loader, welder atau juru las, serta operator alat berat lainnya termasuk pengemudi.

Dari program yang telah berjalan, Aulia menyebut hampir 600 orang telah mengikuti dan mendapatkan manfaat dari pelatihan Kukar Siap Kerja. Program tersebut kini memasuki angkatan keempat.

“Sekarang dengan anggaran kita, kita bisa memberangkatkan 25 orang. Ini sudah angkatan keempat, tiga angkatan sudah selesai dan memang manfaatnya sangat luar biasa,” katanya.

Aulia juga membeberkan bahwa, salah satu hal yang dibahas bersama SKK Migas adalah bagaimana menyesuaikan standar pelatihan dengan kebutuhan industri di daerah.

Penyesuaian tersebut penting agar biaya pelatihan dapat ditekan sehingga jumlah peserta yang mengikuti program bisa diperbanyak.

Ia mencontohkan pelatihan welder 4G yang membutuhkan biaya sekitar Rp150 juta untuk satu peserta. Sementara kebutuhan industri di Kukar, seperti galangan kapal dan sektor lainnya, tidak seluruhnya membutuhkan kompetensi welder hingga level tersebut.

“Nah, kami berharap ini standarnya bisa kita turunkan, sehingga bisa lebih banyak orang yang ikut,” paparnya.

Pemkab Kukar juga mendorong agar peserta pelatihan berasal dari masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan migas. Dengan demikian, keberadaan industri di daerah dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat lokal.

Wilayah ring 1 perusahaan seperti Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan Eni tegas Aulia, menjadi salah satu sasaran pengembangan program tersebut.

Pemuda yang berada di sekitar wilayah operasi diharapkan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membuka akses bekerja di perusahaan yang beroperasi di daerahnya.

“Kita berharap ini bisa terkolaborasi dengan baik. Sehingga anak-anak kita utamanya di ring 1 teman-teman K3S, misalnya di ring 1 PHM, di ring 1-nya Eni, itu bisa mendapatkan pelatihan ini,” harapnya.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta diharapkan dapat diserap oleh K3S sesuai dengan kompetensi yang telah diperoleh. Skema tersebut sekaligus menjadi upaya Pemkab Kukar meningkatkan keterlibatan tenaga kerja lokal dalam industri migas.

“Sehingga isu bahwa tidak banyak orang lokal yang bekerja di K3S itu bisa kita bantahkan,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)

Bagikan:

Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN, Kukar Akan Siapkan Pengalihan Anggaran untuk Sekolah