Samarinda, Sketsa.id – Rapat paripurna DPRD Kalimantan Timur yang digelar Senin (4/5/2026) siang berlangsung normatif dan belum menyentuh isu-isu krusial yang selama ini menjadi sorotan publik. Pembahasan substansi, termasuk wacana hak angket, baru akan digelar malam harinya.
Wakil Ketua III DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, menjelaskan bahwa agenda paripurna siang hari hanya bersifat formal, yakni penutupan kegiatan tanpa ada pembahasan berarti. “Ini nggak krusial, cuma penutupan kegiatan saja. Belum ada pembahasan apa-apa. Nanti malam baru kita bahas terkait 214 dan permintaan dari teman-teman,” ujarnya saat diwawancarai.
Rapat lanjutan dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WITA dan diperkirakan akan berjalan panjang karena membahas sejumlah isu penting. Beberapa Organisasi Perangkat Daerah juga akan dipanggil untuk dimintai penjelasan terkait penggunaan anggaran, termasuk pos-pos yang menjadi sorotan publik seperti anggaran Rp8,5 miliar untuk mobil dinas dan Rp25 miliar untuk renovasi rumah jabatan.
Terkait wacana hak angket, Yenni mengakui adanya dorongan dari berbagai pihak, termasuk Fraksi PKB yang sebelumnya menyatakan kesiapan. Namun ia menegaskan bahwa keputusan tetap akan mempertimbangkan substansi dan kepentingan masyarakat. “Kalau memang itu tidak pro masyarakat, kita tetap gulirkan. Tapi kalau pro, kita tetap butuh pembuktian. Semua harus jelas,” tegasnya.
Secara mekanisme, pengajuan hak angket harus memenuhi syarat minimal dukungan dari dua fraksi dan 10 anggota dewan, kemudian disahkan melalui rapat paripurna dengan kehadiran tiga per empat anggota dan persetujuan mayoritas. Yenni mengaku prosesnya masih dinamis dan belum bisa dipastikan hasilnya. “Kita lihat saja perkembangan nanti malam. Nggak bisa langsung bilang ini atau itu,” katanya.
Menanggapi isu ketidakhadirannya dalam rapat pimpinan sebelumnya, Yenni membantah anggapan bahwa dirinya sengaja menghindar. Ia menjelaskan bahwa saat itu ia sedang menjalankan tugas kedewanan di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Paser bersama Panitia Khusus LKPJ. “Silakan saja media berpendapat, tapi seharusnya juga melihat fakta di lapangan bahwa kami sedang menjalankan tugas,” tambahnya.
Yenni memastikan bahwa seluruh dinamika, termasuk wacana hak angket dan tuntutan publik pasca aksi 21 April, akan dibahas mendalam dalam rapat malam nanti. “Nanti malam kita bahas semuanya, termasuk hak angket. Kita lihat seperti apa hasilnya,” pungkasnya. (cc)









