Rumah Nyaris Roboh, Tiga Bersaudara di Samarinda Rela Berbagi Peran Demi Ibu Stroke

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:36 WITA
Bagikan:
Foto : potret Rumah Dani yang dinilai tidak layak huni dan nantinya akan direnovasi. (Ist )

Samarinda, Sketsa.id – Laporan dari seorang warga melalui Facebook pada Sabtu (9/5/2026) menjadi pintu awal pertolongan bagi keluarga Mathia Rahmadani Pratama. Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRCPPA) Kalimantan Timur langsung bergerak setelah menerima informasi tersebut.

Ketua TRCPPA Kaltim, Rina Zainun, menceritakan bahwa kondisi rumah yang ditempati Dani dan keluarganya di Jalan Biawan Gang Semangat Blok 13b sungguh memprihatinkan. Lantai jebol, atap bocor, tidak ada air bersih, dan dapur yang tak layak jadi sumber penyakit.

“Lantainya jebol, atap bocor, MCK tidak layak, air bersih tidak ada. Kondisi dapurnya juga sangat memprihatinkan. Ini malah bisa jadi sumber penyakit,” ujar Rina saat ditemui di sela kegiatan bersih-bersih rumah Dani.

Tak hanya bangunan yang rusak, harta benda di dalamnya pun banyak yang tak layak. Sebuah kasur ukuran 180×200 sentimeter dalam kondisi lembab dan berjamur karena kerap terkena air hujan.

Rina mengaku terenyuh melihat perjuangan tiga bersaudara ini merawat sang ibu, Suheti, yang telah setahun menderita stroke. Mereka membagi peran. Anak sulung bekerja mencari nafkah hingga sempat menjalani dua pekerjaan sekaligus. Anak kedua berhenti sekolah demi menjaga dan merawat ibunya di rumah. Sementara si bungsu yang baru 12 tahun ikut membantu menjadi pemulung.

Saat ini, Suheti telah mendapat penanganan medis di rumah sakit dengan biaya dari BPJS. Rina menjelaskan hal itu bisa terwujud berkat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Setelah dirawat, Suheti dan ketiga putranya kini tinggal sementara di rumah singgah Pemprov Kaltim hingga hunian mereka layak ditempati kembali.

Proses renovasi rumah memang memakan waktu karena status kepemilikan masih terganjal masalah pembagian waris. Namun Rina berharap proses tersebut segera selesai tanpa birokrasi berbelit.

“Alhamdulillah waktu kunjungan awal langsung kami bawa ibunya ke rumah sakit. Ini kondisi darurat. Jangan sampai regulasi malah menghambat bantuan untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya. (*)

Bagikan:

Ketua IKAT Kaltim Imbau Warga Toraja Jaga Kondusivitas Daerah: Dukung Pemerintah yang Sah