Target PON 2028, Wagub Seno Aji Ingin Kaltim Tembus 5 Besar Nasional

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:44 WITA
Bagikan:
Foto : Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji usai membuka Musaprov KONI.

Samarinda, Sketsa.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak main-main dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Targetnya jelas: membawa kontingen Kaltim masuk ke jajaran lima besar nasional.

Target ambisius itu disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, saat membuka Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kaltim 2026 di Aula Kadrie Oening Tower Samarinda, Rabu (3/6/2026). Di hadapan para pengurus KONI, cabang olahraga, dan insan olahraga se-Kaltim, Seno menegaskan bahwa peningkatan prestasi olahraga harus berjalan seiring dengan perkembangan daerah, termasuk kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Bumi Etam.

“Target kita tidak muluk-muluk, memang target utamanya tidak besar, tapi setidaknya di posisi lima besar ke depan untuk PON 2028 di NTB dan NTT bisa terjadi sebagai hasil dari buah perjuangan bapak ibu sekalian,” ujarnya.

Seno mengakui bahwa persaingan di ajang olahraga nasional akan semakin ketat. Provinsi-provinsi besar, terutama di Pulau Jawa, memiliki dukungan anggaran yang kuat untuk pembinaan atlet secara berkelanjutan. Mereka mampu mengirim atlet mengikuti berbagai kejuaraan di dalam maupun luar negeri. Karena itu, Kaltim tidak boleh ketinggalan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan olahraga prestasi. Dukungan itu diwujudkan melalui penguatan program latihan dan alokasi anggaran bagi KONI Kaltim. Seno meminta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim, Rasman Rading, bersama pengurus KONI yang akan terpilih dalam Musorprov segera menyusun kebutuhan anggaran pembinaan olahraga. Anggaran itu nanti akan diperjuangkan dalam pembahasan APBD mendatang.

“Saya dan Pak Gubernur tentu saja akan selalu mendukung kegiatan prestasi olahraga yang ada di Kalimantan Timur,” katanya.

Tak hanya atlet, fasilitas olahraga juga menjadi perhatian serius. Pemprov Kaltim berencana meningkatkan kualitas sarana dan prasarana olahraga pada tahun 2027. Langkah ini diambil untuk mendukung proses pembinaan atlet di berbagai cabang olahraga. Salah satu fasilitas yang menjadi prioritas adalah kolam renang di kawasan Stadion Palaran Samarinda. Menurut Seno, cabang olahraga renang memiliki peluang besar untuk menyumbangkan medali bagi Kaltim. Karenanya, fasilitas latihan yang memadai mutlak diperlukan.

“Kita akan memperbaiki Stadion Palaran dengan berbagai macam fasilitasnya agar dapat digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan dan kepentingan cabang olahraga tersebut,” ujarnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, Seno juga mengingatkan agar kepengurusan KONI yang baru nanti mampu menyusun strategi pembinaan yang efektif dan terukur. Ia berharap Musorprov KONI Kaltim 2026 tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat soliditas seluruh elemen olahraga di daerah untuk menghadapi agenda-agenda besar ke depan.

“Mari kita jadikan Musprov Kaltim ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan seluruh insan olahraga Kalimantan Timur. Tinggalkan sekat-sekat kepentingan, kita jadikan satu kekuatan untuk Kalimantan Timur ke depan,” pungkasnya.

Dengan target besar dan dukungan penuh dari pemerintah provinsi, publik Kaltim kini berharap para atlet dan pengurus olahraga mampu bekerja ekstra keras. Sebab, masuk lima besar PON 2028 bukan sekadar mimpi. Itu adalah target yang harus diwujudkan dengan kerja nyata di lapangan. (cc)

Bagikan:

DRUPADI Baladika Kaltim Gelar Aksi Damai Bagi Bunga Mawar di Tengah Gelombang Demo