760 Unit Ludes Terjual, BPKD Kaltim Raup Rp475 Juta dari Lelang Aset Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 05:16 WITA
Bagikan:
Foto : Kepala BPKD Kaltim, Ahmad Muzakkir menjelaskan 12 Mobil dan 37 Motor Bekas Laku Rp475 Juta dan Hasil Masuk Kas Daerah.

Samarinda, Sketsa.id – Sebanyak 760 unit barang milik pemerintah provinsi laris manis dalam lelang aset daerah yang digelar Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) Kalimantan Timur melalui platform lelang online DJKN. Total nilai penjualan mencapai sekitar Rp475 juta, yang seluruhnya akan disetorkan ke kas daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menertibkan aset yang sudah tidak terpakai.

Kepala BPKD Kaltim, Ahmad Muzakkir, menjelaskan bahwa proses lelang berlangsung transparan dan tanpa intervensi dari pejabat mana pun.

“Seluruh proses lelang menggunakan platform DJKN dan dilaksanakan secara penuh melalui sistem online. Tidak ada intervensi dari pejabat mana pun,” tegasnya, pada Jumat (19/6/2026).

baca juga : BPKD Kaltim: Seluruh Penerimaan Wajib Masuk Kas Daerah, Anggaran CPNS Tunggu APBD 2026

Dari 1.100 barang yang ditargetkan, 760 unit berhasil terjual dengan realisasi pembayaran mencapai 90,81 persen atau sekitar Rp431 juta. Rincian barang yang laku meliputi 12 unit kendaraan roda empat senilai Rp304 juta, 37 unit roda dua senilai Rp103 juta, 706 unit inventaris kantor senilai Rp60,3 juta, dan lima paket sisa bongkaran senilai Rp6 juta.

Sementara itu, 340 unit barang belum laku dengan nilai sekitar Rp32,8 juta, yang mayoritas berupa inventaris kantor bernilai ekonomis rendah. Aset tersebut akan kembali dilelang pada kesempatan berikutnya. Menurut Muzakkir, strategi mengelompokkan barang dalam satu paket terbukti efektif menarik minat pembeli. “Kalau dijual satuan biasanya sulit diminati.

Tetapi ketika dikemas dalam satu paket, ternyata cukup banyak peminatnya,” jelasnya. Selain menambah PAD, lelang ini juga menjadi bagian dari proses penghapusan barang milik daerah sesuai aturan yang berlaku. (cc)

Bagikan:

39 Ormas dan Tokoh Adat Deklarasi Tolak Politisasi Kampus, Peringatkan Ancaman Konflik Horizontal di Kaltim