Andi Harun Minta Inspektorat Periksa Penggunaan Mobil Dinas: Saya Tak Ingin Ada yang Ditutup-tutupi

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:55 WITA
Bagikan:

Samarinda, Sketsa.id – Di tengah polemik penggunaan kendaraan dinas yang ramai diperbincangkan, Wali Kota Samarinda Andi Harun justru mengambil langkah tak biasa. Ia secara resmi meminta Inspektorat Kota Samarinda untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh penggunaan kendaraan operasional di lingkungan Pemkot, termasuk yang digunakannya sendiri.

Permintaan itu disampaikan Andi dalam konferensi pers di sela buka puasa bersama insan media, Jumat (13/3/2026)malam. Ia bahkan telah mengeluarkan surat resmi ke Inspektorat agar tidak ragu memeriksa kepala daerah jika ditemukan kejanggalan.

“Saya malah berterima kasih kepada teman-teman media. Berita yang objektif jadi sarana evaluasi bagi kami. Bisa jadi tidak semua yang kami lakukan benar,” ujar Andi.

Ia menjelaskan, di tengah tekanan efisiensi anggaran, Pemkot Samarinda melakukan berbagai penyesuaian, termasuk dalam pengadaan kendaraan dinas. Contohnya, untuk 59 lurah dan 10 camat, Pemkot memilih skema sewa ketimbang beli karena keterbatasan anggaran.

“Kami hanya punya uang segitu, tapi kebutuhan banyak. Makanya kami sewa dulu. Prinsipnya, pelayanan publik harus tetap jalan meski anggaran terbatas,” jelasnya.

Terkait mobil Land Rover Defender yang kerap dikaitkan dengan dirinya, Andi menegaskan bahwa kendaraan itu adalah mobil sewaan untuk tamu VIP, bukan mobil dinas pribadi. Mobil tersebut telah disewa sejak 2022 untuk melayani menteri atau tamu penting yang berkunjung ke Samarinda.

Apakah saya pernah pakai? Pernah. Tapi bukan berarti itu mobil dinas saya. Saya masih punya mobil dinas Camry peninggalan Pak Jaang. Kalau saya bilang tidak pernah pakai, berarti saya bohong,” tegasnya.

Andi berharap pemeriksaan Inspektorat bisa meluruskan berbagai persepsi yang berkembang. Jika ada yang keliru, ia siap meluruskan. Jika ada yang harus dipertanggungjawabkan, ia siap bertanggung jawab.

Langkah ini mungkin jarang diambil pejabat. Tapi saya justru datang ke Inspektorat, minta mereka periksa. Jangan ragu kalau itu menyangkut kepala daerah. Kita ingin semua transparan dan akuntabel,” pungkasnya. (Cc)

Bagikan:

Seven Decades of Iran-US Conflict: From the 1953 CIA Coup to the 2026 Nuclear Ultimatum