Samarinda, Sketsa.id – Gelombang aksi 21 April di Kalimantan Timur mulai bergulir. Sejak pagi, mahasiswa bersama sejumlah organisasi masyarakat memadati kawasan depan Kantor DPRD Kaltim. Mereka berorasi bergantian, menyuarakan tuntutan kepada pemerintah daerah dan legislatif.
Orasi pembuka disampaikan oleh Forum Peduli Penyandang dan Atlet Disabilitas. Mereka menyoroti persoalan bantuan sosial tunai (BST) hingga akses ketenagakerjaan yang dinilai belum adil. Aksi kemudian dilanjutkan oleh perwakilan organisasi masyarakat Dayak Paser dari Penajam Paser Utara.
Dalam dinamika aksi, sejumlah mahasiswa sempat memanjat papan iklan yang menampilkan foto pimpinan dan anggota dewan. Gambar tersebut dirobek dan diganti dengan spanduk berisi tiga tuntutan utama: audit seluruh kebijakan Pemprov Kaltim, penghentian praktik KKN, serta desakan agar DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.
Barisan massa tampak tersusun rapi. Forum disabilitas berada di bagian paling depan menghadap aparat, diikuti oleh ormas dan mahasiswa. Sebelumnya, massa juga sempat melumuri pagar Kantor DPRD Kaltim dengan oli. Pagar tersebut telah dipasangi kawat berduri sejak sehari sebelumnya, termasuk di sejumlah titik seperti Kantor Gubernur dan rumah jabatan gubernur.
Untuk mengantisipasi kepadatan, Satlantas Polresta Samarinda memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi aksi. Kasat Lantas Kompol La Ode Prasetyo menyebutkan, aksi difokuskan lebih dulu di DPRD Kaltim sebelum massa bergerak ke Kantor Gubernur pada siang hari. “Bagi masyarakat yang melintas di depan DPRD, silakan mencari jalur alternatif agar tidak terjebak kemacetan,” ujarnya. (cc)










