Samarinda, Sketsa.id – Aliansi Rakyat Kalimantan Timur, melalui humasnya, Bella kembali mendatangi Gedung DPRD Kalimantan Timur,pada Kamis (23/4/2026) pagi, untuk menyerahkan pakta integritas berisi tiga tuntutan utama pasca aksi 214. Namun, kedatangan mereka mendapat sejumlah kendala.

Bella Monica, humas Aliansi Masyarakat Kaltim, mengungkapkan bahwa rombongan sudah menjadwalkan penyerahan dokumen tersebut pada hari Kamis. Namun saat tiba di lokasi, mereka menyebut tidak ada anggota dewan yang hadir karena disebut sedang bertugas ke Makassar sejak sehari sebelumnya.
“Kami mencari solusi hingga akhirnya bisa menyerahkan ke bagian umum. Serah terima sudah diliput, ada tanda tangan, dan semuanya diterima dengan baik,” ujar Bella dalam wawancara kepada media, Kamis (23/4/2026).
Meski sempat menemui hambatan, Bella menegaskan bahwa pihaknya tidak akan goyah. “Jangan harap dengan membuat kami kesusahan, itu membuat kami goyah. Tidak akan. Kami akan terus menekan fakta integritas ini,” tegasnya.
Isi Pakta Integritas dan Tanda Tangan Tujuh Fraksi
Pakta integritas yang diserahkan memuat tiga tuntutan utama: audit total kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, menghentikan praktik KKN, serta menjalankan fungsi pengawasan secara optimal. Dokumen tersebut telah ditandatangani oleh tujuh fraksi DPRD Kaltim dan dua wakil ketua dewan, serta jenderal lapangan APM.
“Ketua DPRD tidak ada yang berani turun. Tapi ini sah karena ditandatangani tujuh fraksi dan wakil ketua,” jelas Bella.
Dalam dokumen tersebut, DPRD Kaltim menyatakan siap bertanggung jawab secara politik dan moral kepada rakyat, menjalankan seluruh poin tuntutan, serta siap menerima konsekuensi dan tekanan publik yang lebih masif apabila komitmen tidak dilaksanakan.
Bella menyebut bahwa Aliansi Rakyat Kaltim akan melakukan evaluasi bersama untuk menentukan langkah teknis selanjutnya. Jika tuntutan tidak diwujudkan secara nyata, aksi yang lebih masif kembali digelar. “Ketika poin tuntutan kami tidak dijalankan atau tidak diwujudkan secara real, kami akan lebih masif lagi dalam meminta hak kami,” pungkasnya. ( cc)










