Samarinda, Sketsa.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda saat ini hampir tidak mampu lagi menampung lonjakan pasien. Layanan rawat inap, hemodialisa, hingga Stroke Center disebut sudah penuh dan tak lagi memadai.
Menyikapi hal ini, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud memastikan Gedung Pandurata RSUD AWS akan segera dioperasikan untuk menambah kapasitas layanan kesehatan di Bumi Etam.
“Situasi dan kondisi rumah sakit ini hampir tidak mampu menampung pasien, daya tampungnya sudah tidak memadai lagi,” ujar Rudy usai melakukan kunjungan kerja ke RSUD AWS bersama Wakil Gubernur Seno Aji, Sekretaris Daerah Sri Wahyuni, dan sejumlah kepala perangkat daerah, Selasa (26/6/2026).
Gedung Pandurata yang dirancang menambah sekitar 540 tempat tidur akan memperluas layanan rawat inap, PICU, ICU, hemodialisa, hingga layanan jantung. Rudy menegaskan bahwa pengoperasian gedung ini adalah upaya nyata agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan maksimal.
Selain kapasitas yang menipis, Rudy juga menyoroti kondisi bangunan RSUD AWS yang telah berusia tua sejak era 1970-an. Sejumlah fasilitas mengalami penurunan kualitas, termasuk kebocoran atap dan sarana penunjang yang memerlukan perbaikan.
“Rumah sakit ini sudah beroperasi sejak tahun 1970-an. Jadi memang perlu pembenahan, terutama untuk meningkatkan kenyamanan pasien,” katanya. Meski anggaran daerah terbatas, Rudy menegaskan bahwa sektor kesehatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas utama dan tidak akan terganggu oleh kebijakan efisiensi.
Dalam kunjungan tersebut, Rudy juga meninjau Instalasi Kedokteran Nuklir RSUD AWS yang menjadi layanan penanganan kanker dan dapat diakses oleh pasien BPJS Kesehatan. Fasilitas ini disebut sebagai salah satu layanan unggulan yang masih jarang dimiliki daerah lain di luar Pulau Jawa. (cc)










