DPR: Wacana MBG untuk Penderita TBC Tak Masuk Akal, Nanti Malah Menular ke Penerima Lain

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:48 WITA
Bagikan:
Foto : ilustrasi MBG (ist)

Jakarta, Sketsa.id – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menilai wacana Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang mengusulkan penderita TBC menjadi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak masuk akal dan berisiko menimbulkan penularan. Menurut Charles, intervensi gizi bagi penderita TBC penting, tetapi metode pemberian MBG dinilai tidak efektif dan sulit diterapkan secara teknis.

baca juga : Prabowo Klaim Tahu Dalang Demo: “Saya Tahu Siapa yang Bayar-bayar”

“Secara teknis saya rasa ini akan sangat sulit karena belum tentu di dekat tempat penderita TBC tinggal ada dapur SPPG. Sehingga mungkin ada cara-cara lain yang lebih tepat untuk bisa melakukan intervensi gizi kepada penderita TBC,” ujar Charles di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Ia menekankan bahwa pemanfaatan puskesmas di setiap kecamatan dan kelurahan akan lebih efektif untuk penanganan TBC.

“Kita kan sudah punya puskesmas hampir di setiap kelurahan atau kecamatan, sehingga tenaga kesehatan di kecamatan lebih bisa mengetahui apa yang dibutuhkan pasien penderita TBC. Jadi nggak perlu harus program MBG untuk memberikan makan kepada penderita TBC,” jelasnya.

Charles juga menyoroti risiko penularan TBC melalui peralatan makan. Menurutnya, TBC adalah penyakit yang sangat menular, sehingga penggunaan alat makan bersama—seperti yang terjadi dalam program MBG—berpotensi menularkan penyakit kepada penerima manfaat lainnya.

“Ompreng yang dipakai itu apakah nanti dikembalikan ke SPPG dan digunakan kembali? Atau malah bisa menularkan kepada penerima manfaat lainnya yang bukan penderita TBC?” ungkapnya.

“Jadi ini wacana yang menurut saya tidak masuk akal dan mudah-mudahan Pak Menkes hanya becanda ketika menyampaikan wacana ini,” sambungnya.

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengusulkan penderita TBC masuk sebagai kelompok prioritas penerima MBG kepada Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang guna mempercepat pemulihan pasien dan menekan angka kematian akibat TBC di Indonesia. (*)

Bagikan:

39 Ormas dan Tokoh Adat Deklarasi Tolak Politisasi Kampus, Peringatkan Ancaman Konflik Horizontal di Kaltim