Muara Wis, Sketsa.id – Tenaga kerja mandiri Kukar kembali mendapat perhatian melalui program pelatihan dan bantuan peralatan. Sebanyak 10 pencari kerja di Kecamatan Muara Wis dibekali keterampilan perbengkelan motor sekaligus peralatan untuk membuka usaha.
Program ini dilaksanakan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) Kukar melalui kegiatan pelatihan dan penyerahan bantuan kepada kelompok tenaga kerja mandiri di Desa Sebemban, Kecamatan Muara Wis, Rabu (30/9/2026).
Kepala Dinas Transnaker Kukar Dendy Irwan Fahriza mengatakan bahwa pembekalan yang diberikan ini dirancang agar para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki sarana untuk langsung menjalankan usaha di sektor informal.
“Selain dibekali keterampilan, mereka juga mendapatkan peralatan untuk menjalankan usaha bengkel motor,” ungkapnya saat dihubungi, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, pelatihan perbengkelan motor tersebut merupakan bagian dari program perluasan kesempatan kerja yang menyasar sektor informal. Pendekatan ini melengkapi pelatihan kompetensi yang selama ini lebih banyak diarahkan untuk kebutuhan tenaga kerja di sektor formal.
Melalui program tenaga kerja mandiri, pemerintah mendorong tenaga kerja lokal untuk memiliki kemampuan usaha sehingga dapat menciptakan pekerjaan secara mandiri.
“Tujuannya yang pertama, kita memang berusaha menurunkan tingkat pengangguran terbuka, tidak hanya berfokus pada sektor formal tapi juga sektor informal,” katanya.
Dalam kegiatan ini, bantuan diberikan kepada satu kelompok tenaga kerja mandiri yang beranggotakan 10 orang. Peralatan yang disiapkan meliputi mesin kompresor, mesin pembuka ban, mesin bor duduk, mesin bor gantung, tool kit box, serta tap and disc.
Dijelaskan Dendi, tidak seluruh peralatan diberikan secara perorangan. Kecuali hanya tool kit box-lah yang diberikan untuk menjadi perlengkapan masing-masing peserta. Namun untuk peralatan utama seperti kompresor dan mesin pembuka ban, digunakan secara bersama dalam kelompok.
Skema tersebut disesuaikan dengan konsep kelompok tenaga kerja mandiri yang menjadi penerima program. Kelompok yang menerima peralatan tersebut diharapkan benar-benar dapat mengembangkan usaha bengkel motor secara kolektif.
Pada kesempatan itu, ia juga menuturkan bahwa program tersebut juga merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat yang disampaikan melalui Musrenbang tingkat kecamatan.
“Ini berdasarkan usulan dari Musrenbang. Jadi proses Musrenbang di tingkat kecamatan yang kita fasilitasi di tahun 2026,” ujarnya.
Muara Wis tegasnya, menjadi lokasi pertama pelaksanaan program tenaga kerja mandiri tersebut pada 2026. Setelah itu, kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung di sejumlah wilayah lain di Kukar.
Distransnaker menjadwalkan pembekalan di Kota Bangun pada 1 Oktober, kemudian pada 6 Oktober di Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, dan 8 Oktober di Mangkurawang, Tenggarong.
Khusus di Mangkurawang beber dia, terdapat dua jenis pembekalan, yakni pertukangan souvenir serta pertukangan alat-alat olahraga tradisional. Rangkaian program selanjutnya juga akan dilaksanakan di Kecamatan Sebulu.
Harapannya, program ini dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal melalui pengembangan usaha secara mandiri, sehingga upaya penurunan pengangguran tidak hanya bergantung pada penyerapan tenaga kerja di perusahaan atau sektor formal.
“Kita harap ini bisa membantu mereka,” tutupnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)










