Tenggarong, Sketsa.id – Arrbizz Space Tenggarong disiapkan sebagai salah satu ruang untuk memperkenalkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kepada masyarakat, termasuk pengunjung dari luar daerah.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Diskop-UKM) Kukar Muhammad Reza mengatakan bahwa keberadaan Arrbizz Space tidak hanya diarahkan sebagai tempat bagi pelaku UMKM untuk berjualan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas pemasaran produk lokal.
Menurutnya, saat ini masyarakat yang datang ke Arrbizz Space lebih banyak menemukan tenant yang menawarkan produk minuman, kopi dan kuliner. Namun, ke depan produk yang ditampilkan akan lebih beragam, mulai dari pakaian, suvenir hingga berbagai produk UMKM lainnya.
“Orang tahunya cuma jualan kuliner saja. Nah, di sana macam-macam, jualan baju, suvenir dan sebagainya ada di sana,” ungkapnya di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Jumat (2/10/2026).
Arrbizz Space Tenggarong mulai beroperasi (soft opening) beberapa Minggu lalu dengan total sekitar 58 tenant yang disiapkan. Tenant yang berada di bagian depan saat ini sudah beroperasi, sedangkan tenant berbentuk kontainer di bagian belakang disiapkan mulai beroperasi pada awal Oktober ini.
Reza menjelaskan, tenant bagian belakang memiliki karakter yang berbeda karena memberikan ruang lebih luas bagi pelaku UMKM, termasuk yang membutuhkan tempat untuk kegiatan memasak atau mengolah produk.
Selain menyediakan ruang fisik bagi UMKM, Pemkab Kukar juga telah menyiapkan Kukar Go sebagai etalase digital yang dapat memperluas jangkauan pengenalan produk UMKM.
Aplikasi yang diinisiasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar tersebut nantinya memuat daftar UMKM dan produk yang ditawarkan. Masyarakat bisa melihat produk berdasarkan UMKM maupun wilayah kecamatan yang telah terdaftar.
Reza mencontohkan, pengunjung dari luar daerah yang datang ke Tenggarong dapat menggunakan Kukar Go untuk mencari informasi mengenai produk UMKM yang tersedia di Kukar.
“Misalnya ada masyarakat kita yang dari luar datang ke Tenggarong. Apa saja nih UMKM Tenggarong, klik di situ yang sudah mendaftar,” jelasnya.
Kukar Go pada tahap awal berfungsi sebagai etalase atau katalog digital. Aplikasi tersebut belum menyediakan transaksi jual beli secara langsung. Ketika masyarakat tertarik terhadap suatu produk, mereka akan diarahkan untuk menghubungi pelaku UMKM melalui kontak yang tersedia, seperti nomor WhatsApp atau email.
Menurut Reza, keberadaan Kukar Go penting untuk memperkenalkan produk UMKM yang selama ini belum tentu diketahui masyarakat luas. Terlebih, produk UMKM Kukar tidak hanya bergerak di sektor kuliner.
“Intinya kita ingin memperkenalkan produk UMKM Kutai Kartanegara,” tegasnya.
Pengembangan Arrbizz Space dan Kukar Go juga akan dilakukan melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Selain Diskop-UKM dan DPMPTSP, sejumlah OPD lain seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata serta Dinas Pemuda dan Olahraga turut diarahkan untuk berkolaborasi.
Reza mengatakan kolaborasi tersebut diperlukan karena pengembangan UMKM memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor, terutama perdagangan, pariwisata, kepemudaan dan pengembangan ekonomi daerah.
“Jadi kita tidak berdiri sendiri karena memang sesuai arahan Pak Bupati itu, OPD ini berkolaborasi. Terutama terhadap rumpun yang sama,” tutupnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)










