Tenggarong, Sketsa.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) menjadwalkan pengangkutan sampah dua kali sehari selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada 3–10 Desember 2026.
Pengangkutan sampah kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro, dijadwalkan pada pagi dan sore hari untuk mengantisipasi penumpukan sampah di sejumlah arena kegiatan, terutama lokasi yang diperkirakan dipadati pengunjung.
“Pengambilan sampah itu akan kami agendakan dua kali, pagi dan sore hari,” ungkapnya usai mengikuti rapat koordinasi persiapan MTQH ke-46 di Tenggarong, Kamis (15/10/2026).
Selain itu, Tri Joko juga mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan dua truk taktis khusus untuk mendukung pengangkutan sampah selama kegiatan MTQH berlangsung.
“Kami mengerahkan dua truk taktis khusus melayani pengangkutan sampah dan petugas-petugas terkait membersihkan sampah di tiap arena event venue yang akan dilombakan,” terangnya.
Selain menyiapkan armada pengangkut, DLHK akan mengerahkan hampir 100 personel untuk menjaga kebersihan selama berlangsungnya MTQH. Petugas akan ditempatkan di sejumlah lokasi kegiatan sesuai tingkat keramaian dan kebutuhan penanganan sampah.
Berdasarkan pemetaan lokasi kegiatan, terdapat tiga titik yang nantinya diperkirakan mengundang banyak pengunjung, yakni saat pembukaan, penutupan, dan pelaksanaan expo.
Kawasan expo yang meliputi Arbizz Space, Taman Kota Raja, dan Jam Bentong menjadi salah satu perhatian DLHK Kukar. Tingginya aktivitas pengunjung di lokasi tersebut diperkirakan turut meningkatkan volume sampah.
Menurutnya, pengalaman menangani sampah selama Festival Erau Adat Kutai menjadi salah satu bahan pertimbangan mempersiapkan penanganan sampah MTQH. Volume sampah diperkirakan kembali meningkat seiring dengan berbagai agenda lomba dan hiburan,.
Dalam penanganannya, DLHK memperkirakan sampah botol plastik akan menjadi salah satu jenis sampah yang banyak ditemukan selama kegiatan. Serta, sampah sisa makanan.
“Kami berharap bisa bekerja sama dengan seluruh pihak terkait sampah ini. Syukur-syukur bisa melakukan pemilahan sampah,” tuturnya.
DLHK Kukar juga menyiapkan kantong plastik untuk memudahkan petugas mengumpulkan dan mengangkut sampah dari lokasi kegiatan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung kelancaran pembersihan di setiap arena MTQH.
Tri Joko menambahkan bahwa sampah yang terkumpul tidak seluruhnya akan langsung dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA). DLHK Kukar akan memilah sampah terlebih dahulu untuk memisahkan material yang masih dapat dimanfaatkan.
Sampah yang masih memiliki nilai guna akan disalurkan ke bank sampah, sedangkan untuk sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali akan dibawa ke TPA.
Ia pun mengajak panitia, pelaku UMKM, dan pengunjung untuk ikut menjaga kebersihan selama MTQH berlangsung, termasuk dengan membuang sampah pada tempatnya dan memilah botol plastik agar dapat dimanfaatkan kembali.
“Mari bersama-sama menjaga kebersihan selama MTQH berlangsung,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)










