Bakar Ikan Muara Jawa Berpeluang Jadi Penggerak Ekonomi Nelayan Kukar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:41 WITA
Bagikan:
Foto : Suasana pesta bakar ikan di sepanjang Jalan Tahir, Kelurahan Muara Jawa Pesisir, Kutai Kartanegara, Sabtu (17/10/2026).

Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Muslik, mengatakan kegiatan pesta bakar ikan yang digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Kelurahan Muara Jawa Pesisir berpotensi dilanjutkan sebagai agenda wisata tahunan.

Menurutnya, Muara Jawa Pesisir merupakan salah satu sentra nelayan di Kukar. Potensi tersebut dapat dikembangkan tidak hanya melalui aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga melalui wisata kuliner yang memanfaatkan hasil tangkapan nelayan setempat.

“Kita berharap kegiatan seperti itu bisa diteruskan untuk menjadi daya tarik ekowisata,” ungkapnya saat dihubungi, Rabu (21/10/2026).

Pesta bakar ikan tersebut berlangsung pada Sabtu (17/10/2026), di sepanjang Jalan Tahir, Kelurahan Muara Jawa Pesisir. Kegiatan ini membentang sekitar 2,5 kilometer hingga hampir 3 kilometer dan melibatkan warga masyarakat dari berbagai rukun tetangga (RT).

Ribuan warga terlibat dalam perayaan tersebut. Ikan yang dibakar berasal dari swadaya masyarakat, hasil tangkapan nelayan setempat, serta dukungan para pengepul ikan. Namun, jumlah atau berat keseluruhan ikan yang dibakar belum diketahui secara pasti.

Selain mempererat kebersamaan warga, pesta bakar ikan ini juga memperlihatkan potensi perikanan yang menjadi salah satu penopang penghidupan masyarakat setempat.

Ia menilai, kegiatan berbasis hasil perikanan seperti itu dapat memberikan nilai tambah ekonomi apabila benar-benar dikembangkan secara berkelanjutan. Nelayan tidak hanya memperoleh penghasilan dari penjualan hasil tangkapan, tetapi juga berpeluang terlibat dalam usaha kuliner dan kegiatan pendukung pariwisata.

“Di samping untuk memberikan motivasi kepada nelayan sebagai wujud rasa syukur mereka akan hasil tangkapan, mereka juga bisa mengembangkannya menjadi event wisata, terutama wisata kuliner,” katanya.

Menurutnya, pengembangan wisata kuliner pesisir juga berpotensi membuka kesempatan usaha bagi warga di luar sektor perikanan. Aktivitas tersebut dapat melibatkan pelaku usaha makanan, pedagang, hingga usaha lain yang tumbuh di sekitar lokasi wisata.

Karena itu, Muslik berharap kegiatan bakar ikan tidak hanya berlangsung sebagai perayaan hari jadi kelurahan, tetapi dapat dikemas menjadi agenda yang lebih terencana.

“Kalau itu diagendakan setiap tahun, akan lebih semarak dan meriah tentunya kalau sudah dilakukan dengan lebih baik lagi. Manajemennya juga perlu lebih baik,” jelasnya.

Potensi pengembangan wisata kuliner ini juga berkaitan dengan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Muara Jawa Pesisir.

Muslik berharap fasilitas yang dibangun nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal dan mendukung tumbuhnya pusat-pusat usaha kuliner di kawasan tersebut.

“Apalagi nanti ketika itu sudah dibangun, kita berharap apa yang dibangun bisa difungsikan dan dimanfaatkan,” ucapnya.

Ia membayangkan kawasan pesisir Muara Jawa dapat berkembang dengan jalur-jalur kuliner yang menawarkan beragam olahan hasil perikanan lokal.

Dengan begitu, pembangunan infrastruktur perikanan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan usaha masyarakat.

“Di situ tumbuh berkembang jalur-jalur untuk kuliner pesisir. Saya kira bisa menjadi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut,” tambahnya.

“Jadi, kita berharap sektor perikanan bisa menjadi penggerak ekonomi desa, kecamatan, bahkan mungkin secara keseluruhan bagi Kukar,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)

Bagikan:

Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN, Kukar Akan Siapkan Pengalihan Anggaran untuk Sekolah