Distanak Kukar Harap Warga Binaan Tularkan Ilmu Pertanian ke Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44 WITA
Bagikan:
Foto : Suasana peresmian Sarana Asimilasi Edukasi Pemasyarakatan Tangga Arung (SAE PASTARUNG) di Lapas Kelas IIA Tenggarong.

Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berharap warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong dapat menularkan pengetahuan pertanian yang diperoleh selama menjalani pembinaan kepada masyarakat setelah bebas.

Harapan tersebut menjadi salah satu tujuan dukungan Distanak Kukar terhadap program Sarana Asimilasi Edukasi Pemasyarakatan Tangga Arung (SAE PASTARUNG), yang diresmikan di kawasan Lapas Kelas IIA Tenggarong, Jalan Mangkuraja, Kelurahan Loa Ipuh, Selasa (20/10/2026).

Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifani, mengatakan pihaknya siap mendukung program tersebut melalui pendampingan, alih pengetahuan, hingga kemungkinan bantuan sarana produksi pertanian bagi warga binaan.

“Distanak akan tetap mendukung program SAE PASTARUNG ini. Dan ini merupakan dukungan moral kami,” ungkapnya.

Atas dasar itu, pembinaan keterampilan selama berada di Lapas diharapkan menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

Adapun bentuk dukungan yang bisa diberikan Distanak antara lain berbagi pengetahuan dan pendampingan teknis sesuai kebutuhan kegiatan pertanian di SAE PASTARUNG.

Selain itu, pihaknya akan mengagendakan kemungkinan dukungan sarana produksi, seperti benih sayuran, untuk menunjang kegiatan budidaya di kawasan tersebut.

“Nanti bisa saja, misalnya alih pengetahuan dan lain sebagainya, atau dukungan sarana produksi juga akan kita agendakan,” tuturnya.

“Harapannya, ketika mereka keluar, mereka akan membantu kita Pemkab Kukar untuk mentransfer ilmunya yang didapat di Lapas dengan masyarakat sekitarnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa, mengungkapkan bahwa SAE PASTARUNG dirancang melalui kolaborasi berbagai pihak untuk mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan dan peluang hidup layak setelah menyelesaikan masa pidana.

Program ini mengintegrasikan pembinaan, pelatihan, dukungan pemerintah daerah, hingga peluang pemasaran hasil kegiatan produktif.

“Kami ingin mereka lebih berdaya lagi saat keluar nanti dan tidak dikucilkan,” harapnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltara), Yan Rusmanto, mengatakan bahwa pembinaan di dalam lapas dilakukan secara bertahap. Mulai dari pendidikan vokasi, praktik, hingga juga pemasaran hasil kegiatan.

“Di sini, selain kegiatan yang orientasinya mendukung program ketahanan pangan, juga ada kegiatan lain, seperti kafe,” kata Yan.

Kegiatan di kawasan SAE PASTARUNG beber dia, mencakup sektor pertanian, perkebunan, perikanan, pencucian mobil, dan pembuatan tempe. Beragam kegiatan tersebut menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan kerja.

“Namun pembinaan ini kan tidak mungkin dilaksanakan Lapas sendirian. Tetap perlu dukungan pemerintah daerah maupun lembaga lainnya,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)

Bagikan:

Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN, Kukar Akan Siapkan Pengalihan Anggaran untuk Sekolah