Dinkes Kukar Siapkan Data Balita dan Lansia untuk Program MBG Berbasis RT

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:23 WITA
Bagikan:
Foto : Kepala Dinkes Kukar Ismi Muffidah menegaskan pentingnya data sasaran agar penyaluran MBG balita dan lansia tepat gizi.

Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bertugas menyiapkan data balita dan lanjut usia (lansia) sebagai dasar penyaluran makanan bergizi melalui program RT-Ku Terbaik. Pendataan ini menjadi bagian dari kolaborasi lintas perangkat daerah untuk memastikan bantuan makanan menjangkau kelompok yang membutuhkan di setiap RT.

Dihubungi pada Rabu (28/10/2026), Kepala Dinkes Kukar Ismi Muffidah membenarkan, pihaknya akan berperan dalam menyediakan data sasaran, sedangkan pelaksanaan program dikoordinasikan bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar.

“Kita punya data, siapa lansianya di RT situ, siapa balitanya. Nanti kita kolaborasi dengan DPMD,” ungkapnya.

Ketersediaan data tersebut sangat penting agar pelaksanaan program RT-Ku Terbaik yang berhubungan dengan MBG balita dan lansia ini tidak sekadar membagikan makanan saja, tetapi juga menyasar kelompok yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.

“Balita dan lansia menjadi perhatian karena keduanya memiliki kebutuhan gizi yang perlu dipenuhi secara teratur. Dan, ini kan masuk ke dalam 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik,” tegasnya.

Kolaborasi ini kata dia, akan menghubungkan pendataan kesehatan dengan pemanfaatan dana RT-Ku Terbaik. Melalui skema tersebut, kegiatan pemenuhan gizi diharapkan dapat dilaksanakan lebih dekat dengan masyarakat, dengan pengaturan teknis yang disesuaikan di tingkat RT.

Tak hanya itu, Dinkes juga akan bertanggung jawab memastikan makanan yang disiapkan untuk balita dan lansia benar-benar memenuhi kebutuhan gizi penerima. Komposisi menu dan takaran setiap bahan makanan memiliki pedoman teknis, sehingga penyediaannya tidak dilakukan tanpa perhitungan.

“Misalnya nasi berapa gram, ikan seperti apa, itu untuk pemenuhan gizinya. Jadi, untuk yang ideal itu berapa, kita ada juknisnya,” jelasnya.

Perhitungan kebutuhan anggaran per porsi nantinya melibatkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar. Langkah ini diperlukan untuk mengetahui biaya yang dibutuhkan berdasarkan menu dan standar gizi yang telah ditentukan.

Dalam pelaksanaannya beber dia, program ini tidak direncanakan menggunakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seperti MBG Nasional. Pengolahan makanan dapat dilakukan oleh kader Posyandu atau melalui pengaturan yang disepakati masing-masing RT.

“Posyandu ini kan sekarang terintegrasi. Jadi ini bisa menjadi salah satu pilihan kita dalam pelaksanaan program ini karena layanannya kini mencakup balita, lansia, dan ibu hamil,” paparnya

Kendati begitu, mekanisme pelaksanaan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Koordinasi dengan DPMD menjadi bagian penting untuk menyelaraskan kebutuhan kesehatan dengan pengelolaan kegiatan di tingkat RT.

Dinkes Kukar berharap kolaborasi tersebut dapat berjalan lebih optimal pada tahun 2027 melalui dukungan dari dana RT-Ku Terbaik. Sementara untuk tahun ini, pelaksanaannya masih bergantung pada ketersediaan dan kesiapan anggaran.

“Harapan kita, target-target program untuk lansia dan balita itu bisa juga dikolaborasikan dengan program RT-Ku Terbaik,” harapannya.

Ditemui terpisah, Bupati Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa pemberian MBG kepada balita dan lansia bisa menggunakan dana RT-Ku Terbaik. Kemungkinan, program ini akan terlaksana di tahun 2027.

“Tahun depan jalan,” tandasnya. (Adv/ Prokom Kukar/ cc)

Bagikan:

Unmul Jadi Satu-satunya Kampus di Kalimantan Pelaksana TUNAS 2026