Kukar Bangun SPBN di Anggana Berkapasitas 30 Kiloliter

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:48 WITA
Bagikan:
Foto : Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat memberikan keterangan terkait pembangunan SPBN di Anggana, di Tenggarong, Selasa (27/10/2026).

Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Bupati Aulia Rahman Basri mengatakan, pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Handil Terusan, Kecamatan Anggana, menjadi salah satu upaya pemerintah mempermudah akses BBM bagi nelayan.

Fasilitas yang dibangun PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) Perseroda itu memiliki kapasitas penyimpanan BBM mencapai 30 kiloliter, dengan investasi sebesar Rp6 miliar.

Aulia mengatakan bahwa pembangunan SPBN baru saja dilaksanakan setelah perizinan dari Pertamina Patra Niaga diterbitkan beberapa pekan lalu. Pemerintah daerah pun berharap fasilitas tersebut segera rampung dan bisa dimanfaatkan nelayan.

“Ini masih dalam proses pembangunan. Kita harap tidak dalam waktu lama akan selesai, sehingga bisa dimanfaatkan oleh kawan-kawan nelayan yang ada di Anggana,” ungkap Aulia di Tenggarong, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, penyediaan SPBN merupakan bagian dari 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik. Pemerintah daerah juga menyiapkan pengembangan fasilitas serupa di wilayah hulu Kukar untuk mendukung kebutuhan nelayan.

Disebutkannya, progres pembangunan SPBN Anggana saat ini sekitar 10 persen. Dengan terbitnya izin dari Pertamina Patra Niaga, pembangunan fisik diharapkan bisa berjalan lebih cepat.

Ia juga menegaskan bahwa MGRM tidak hanya bertindak sebagai pengelola, tetapi juga menjadi pemodal sekaligus pemilik fasilitas tersebut. “Bukan hanya mengelola saja, yang memodali. Pemiliknya nanti MGRM,” tegasnya.

Sementara, Direktur Utama MGRM Perseroda Efri Novianto membenarkan, pembangunan SPBN di Handil Terusan jni telah memasuki tahap pengerjaan fisik. Perizinan Pertamina Patra Niaga telah rampung sekitar satu hingga dua minggu sebelum wawancara.

“Perizinannya sudah selesai. Jadi, sudah tidak ada isu lagi terkait perizinan,” beber Efri.

Selain perizinan lanjut dia, kesiapan lahan dan kontraktor pelaksana juga telah dipastikan. MGRM pun telah memesan dua tangki penyimpanan BBM berkapasitas masing-masing 15 kiloliter yang saat ini dalam proses pengiriman. Dengan dua tangki tersebut, total kapasitas penyimpanan BBM SPBN mencapai 30 kiloliter.

Efri memperkirakan progres pembangunan saat ini berada pada kisaran 10 hingga 20 persen. MGRM menargetkan pembangunan fisik selesai pada akhir 2026 agar fasilitas tersebut dapat segera digunakan.

“Target kami tahun ini selesai pembangunan fisik. Januari 2027 sudah bisa beroperasi,” harapnya.

Ia juga menceritakan bahwa pembangunan SPBN membutuhkan tahapan perizinan yang cukup panjang dan ribet. Prosesnya dimulai dari pendataan nelayan yang akan menjadi pengguna fasilitas. Mulai dari pendataan nelayan, hingga rekomendasi dari provinsi dan kementerian.

Usai rekomendasi terbit, proses dilanjutkan ke Pertamina Patra Niaga. Sejumlah persyaratan lain lanjut dia, juga harus dipenuhi, termasuk PKPR dan perizinan lingkungan.

Seluruh tahapan tersebut harus diselesaikan sebelum izin prinsip pembangunan diterbitkan.

Dengan target operasional Januari 2027, MGRM berharap SPBN Handil Terusan dapat segera memberikan manfaat bagi nelayan Anggana, terutama dalam menunjang kebutuhan BBM untuk aktivitas melaut.

“Kita harap bisa dirasakan masyarakat manfaatnya,” tutupnya (Adv/Prokom Kukar/cc)

Bagikan:

Unmul Jadi Satu-satunya Kampus di Kalimantan Pelaksana TUNAS 2026