Peringatan Sumpah Pemuda 2026, Aulia Minta Generasi Muda Tak Berhenti Berkembang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:19 WITA
Bagikan:
Foto : Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 di halaman Kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Rabu (28/10/2026).

Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Bupati Aulia Rahman Basri meminta generasi muda Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengembangkan kemampuan diri dan mengambil peran aktif positif dalam pembangunan daerah. Pemuda diharapkan mampu mewujudkannya cita-citanya melalui kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Aulia, momentum Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan berkontribusi bagi daerah. Ia berharap pemuda Kukar memiliki harapan dan impian besar untuk membangun daerahnya.

baca juga : Bupati Aulia Tak Ingin Guru Dibebani Persoalan Ekonomi

“Kita berharap pemuda-pemudi di Kukar bisa memiliki harapan, mimpi, dan impian yang tinggi untuk membangun daerah tercinta,” ungkapnya saat memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 di halaman Kantor Bupati Kukar, Tenggarong, Rabu (28/10/2026).

Selain itu, ia mengajak generasi muda mengisi waktu dengan kegiatan produktif dan aktivitas kemasyarakatan. Keterlibatan pemuda diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Aulia menilai, pemuda memiliki ruang yang besar untuk mengambil bagian tersebut dalam berbagai sektor pembangunan. Karena itu, generasi muda perlu memanfaatkan kesempatan yang tersedia sebaik-baiknya untuk mengembangkan potensi dan kemampuan mereka.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar juga menyiapkan berbagai program yang menyasar pengembangan generasi muda melalui 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik. Di antaranya program 100.000 Petani, Peternak, dan Nelayan Tangguh, program Wirausaha Mandiri, serta beasiswa Kukar Idaman Terbaik.

Program tersebut membuka peluang bagi pemuda untuk mengembangkan usaha produktif, terjun ke sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, hingga melanjutkan pendidikan.

“Kalau kita bedah 17 Program Dedikasi itu, banyak sekali yang menyasar kegiatan-kegiatan pemuda,” jelasnya.

Aulia menegaskan, pemuda harus menjadi aktor utama pembangunan di Kabupaten Kukar. Menurutnya, kontribusi generasi muda diperlukan untuk mewujudkan pembangunan daerah, baik saat ini maupun pada masa mendatang.

Ia juga mengajak pemuda tidak membatasi diri dalam mengambil peran di tengah masyarakat. Berbagai persoalan daerah membutuhkan keterlibatan generasi muda, termasuk dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pemuda dapat berperan melalui edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan karhutla serta membantu membangun kesadaran warga agar lebih peduli terhadap lingkungan.

“Kita berharap pemuda aktif membantu masyarakat bersama pemerintah. Bukan hanya menunggu saat api muncul, tetapi juga memberikan edukasi kepada warga tentang bagaimana menjaga agar karhutla tidak terjadi,” tegasnya.

Aulia optimistis generasi muda Kukar mampu memberikan kontribusi nyata melalui berbagai bidang sesuai potensi masing-masing. Ia juga menilai, semangat muda perlu terus dijaga agar generasi muda tidak berhenti belajar, berkembang, dan mengambil bagian dalam pembangunan.

“Umur itu hanya masalah angka, tetapi hidup itu masalah rasa. Kalau rasanya muda, ya muda terus,”tutupnya. ( Adv/Diskominfo Kukar/cc)

Bagikan:

Unmul Jadi Satu-satunya Kampus di Kalimantan Pelaksana TUNAS 2026