Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menegaskan komitmennya menjaga kesejahteraan guru di tengah kondisi fiskal daerah yang mengalami perubahan. Salah satu caranya dengan tidak mengurangi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi guru.
Menurut Aulia, kesejahteraan guru menjadi perhatian utama karena mereka memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pendidikan dan mencetak generasi muda yang cerdas. Ia tidak ingin persoalan ekonomi dan kebutuhan rumah tangga membebani pikiran guru ketika menjalankan tugas mendidik anak-anak di Kukar.
“Kami yakin kita tidak akan bisa mencetak generasi yang cerdas kalau seandainya para guru masih memikirkan besok seperti apa, dapurnya seperti apa dan lain sebagainya,” ungkapnya di Tenggarong, Selasa (27/10/2026).
Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar berkomitmen mempertahankan TPP guru meskipun kondisi fiskal daerah tidak baik-baik saja. Aulia menilai, kesejahteraan tenaga pendidik tidak boleh diabaikan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Guru harus mendapatkan perhatian agar dapat menjalankan tugasnya secara optimal. Serta menurutnya, pembangunan pendidikan tak cukup hanya dengan tersedianya sarana prasarana memadai. Kualitas tenaga pendidik juga menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran.
“Infrastruktur bisa dikejar. Tetapi, ketika kita bicara terkait guru, ibarat pintu, guru ini kunci untuk membuka kesuksesan anak-anak kita,” tegasnya.
Aulia menyebut guru sebagai ujung tombak pendidikan di Kabupaten Kukar. Peran mereka tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membentuk kemampuan dan karakter generasi penerus. Oleh sebab itu, pemerintah menempatkan kesejahteraan guru sebagai salah satu hal utama yang harus dipikirkan dalam penyelenggaraan pendidikan.
Ia juga menilai terdapat hubungan antara kesejahteraan tenaga pendidik dan kualitas pengajaran yang diberikan kepada siswa. Ketika kesejahteraan terjaga, guru diharapkan dapat lebih fokus menjalankan tanggung jawabnya.
“Kita harap cara ini akan membuat kualitas pengajaran yang diberikan kepada anak-anak kita bisa terjaga dengan baik,” harapnya.
Di tengah efisiensi, ia membeberkan bahwa Pemkab Kukar menyiapkan alokasi anggaran pendidikan sebesar 21 persen dari APBD. Angka tersebut melampaui ketentuan minimal 20 persen yang disebutkan Aulia.
Besarnya alokasi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Aulia berharap perhatian terhadap kesejahteraan guru dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kukar.
“Kita ingin upaya mencetak generasi cerdas tidak hanya bertumpu pada sarana prasarana pendidikan, tetapi juga pada kesiapan dan kesejahteraan tenaga pendidik yang menjalankan proses pembelajaran,” tutupnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)










