Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Keberlanjutan layanan internet di sekolah menengah pertama (SMP) se-Kutai Kartanegara (Kukar) ditopang melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pembiayaan ini digunakan untuk membayar biaya berlangganan internet Starlink yang telah didistribusikan ke seluruh SMP di Kukar.
Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Emy Rosana Saleh, mengatakan, pemanfaatan dana BOS menjadi salah satu skema pembiayaan agar fasilitas internet di sekolah dapat terus beroperasi.
“Untuk pembiayaan langganannya dibebankan di BOS. Baik menggunakan BOS Kabupaten (BOSKab) maupun BOS Satuan Pendidikan (BOS SP), tidak ada masalah,” ungkapnya di Tenggarong, Kamis (5/11/2026).
Saat ini, sekitar 166 SMP yang tersebar di 20 kecamatan mendapatkan fasilitas internet berbasis Starlink. Ketersediaan jaringan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah dalam menunjang kebutuhan sekolah saat menerapkan pembelajaran berbasis teknologi digital.
Menurut Emy, pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar sudah dilakukan hampir di seluruh SMP. Bahkan, sejumlah sekolah juga masuk dalam kandidat sekolah rujukan Google. Pengembangan tersebut turut didukung pemerintah melalui penyediaan berbagai perangkat pembelajaran digital.
“Alhamdulillah, kita juga memiliki banyak kandidat sekolah rujukan Google dan didukung pemerintah kabupaten melalui fasilitas perangkat-perangkat yang diberikan,” bebernya.
Meski penggunaan teknologi semakin hari kian berkembang, penerapannya di lingkungan sekolah tetap harus diawasi tenaga pendidik. Peserta didik tidak dibiarkan menggunakan perangkat digital secara bebas tanpa arahan yang jelas.
Guru memiliki peran penting dalam membimbing siswa agar pemanfaatan teknologi tetap sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dengan demikian, kehadiran fasilitas digital tidak hanya menjadi pelengkap sarana pendidikan, tetapi juga mendukung proses transfer pengetahuan di ruang kelas.
“Siswa tidak kita bebaskan begitu saja, penggunaannya tetap dipandu oleh tenaga pendidik masing-masing,” tuturnya.
Emy menilai dukungan infrastruktur teknologi pendidikan di Kukar sudah sangat baik. Kehadiran Starlink membantu sekolah, terutama satuan pendidikan di wilayah pelosok yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses internet.
Namun, pemerataan infrastruktur digital belum sepenuhnya lepas dari persoalan. Ketersediaan listrik dengan pasokan stabil masih menjadi kebutuhan penting agar perangkat dan jaringan internet dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kukar ini menjadi salah satu kabupaten yang infrastruktur teknologinya sangat luar biasa. Kita mungkin kekurangannya hanya di listrik. Kita membutuhkan listrik yang stabil, khususnya di daerah pelosok,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)










