Aulia-Rendi Ziarah Makam Raja, Kenang Fondasi Tenggarong Sebelum Indonesia Berdiri

Senin, 28 September 2026 - 14:33 WITA
Bagikan:
Foto : Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama rombongan ziarah ke makam raja dan sultan Kesultanan Kutai Kartanegara.

Tenggarong, Sketsa.id – HUT ke-244 Tenggarong pada 28 September 2026 menjadi momentum mengingat panjangnya sejarah kota yang kini menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Pengingat sejarah itu dilakukan Kesultanan dan Pemerintah Kabupaten Kukar melalui ziarah ke makam pendiri Kota Raja, julukan Tenggarong, serta raja dan sultan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Senin (28/9/2026).

Mewakili Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Pangeran Hario Notonegoro mengatakan usia 244 tahun menunjukkan bahwa fondasi Kota Tenggarong telah diletakkan jauh sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdiri.

“Para datuk dan keturunan kami telah meletakkan fondasi mendirikan Kota Tenggarong ini yang usianya sudah 244 tahun. Jauh dari sebelum NKRI ini berdiri,” kata Hario yang juga merupakan Kepala Disdikbud Kukar.

Dalam rangkaian ziarah tersebut, rombongan mendatangi makam Sultan Aji Muhammad Muslihuddin atau Aji Imbut yang dikenal sebagai pendiri Kota Tenggarong. Ziarah kemudian dilanjutkan ke makam Sultan Sulaiman, Sultan Salehuddin, Sultan Parikesit hingga Sultan Salehuddin II.

Pangeran Hario menyebut para raja dan sultan memiliki peran dalam perjalanan Kesultanan Kutai Kartanegara. Sultan Sulaiman, misalnya, disebut berjasa dalam pembangunan Tenggarong dan mendirikan sejumlah istana berarsitektur kayu.

Sementara Sultan Salehuddin II disebut berperan membangkitkan kembali Kesultanan Kutai Kartanegara setelah sempat mengalami kevakuman. Dari era itu, adat dan budaya Kesultanan kembali ditampilkan hingga tetap eksis sampai sekarang.

Menurut Pangeran Hario, sejarah tersebut menjadi tanggung jawab generasi saat ini untuk dijaga dan diteruskan melalui pembangunan kota tanpa menghilangkan identitas budaya.

“Sudah selayak dan sepantasnyalah kita sebagai generasi muda untuk menjaga dan membangun kota ini agar lebih baik lagi dari sisi tata kotanya, tanpa harus menghilangkan adat dan budayanya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Aulia Rahman Basri mengatakan ziarah tersebut mengingatkan bahwa Tenggarong tidak hadir secara tiba-tiba. Ada perjuangan panjang Aji Imbut yang memindahkan pusat pemerintahan dari Pemarangan ke Tepian Pandan, yang dikenal sebagai Tangga Arung atau Rumah Raja.

“Kita sebagai generasi penerus hari ini, memandang ziarah bukan hanya sebuah perjalanan sejarah, akan tetapi ini merupakan suatu refleksi dan bekal bagi kami dalam membangun Kabupaten Kukar lebih baik lagi,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kukar/cc)

Bagikan:

Padi Mulai Tumbuh, Bupati Kukar Ungkap Tradisi Unik Bertani Warga Danau Semayang