Investasi Kaltim Lesu, Ketua Komisi II DPRD: Bukan Cuma Soal Danantara, Tapi Juga Stabilitas

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:23 WITA
Bagikan:
Foto :ilustasi emas hitam dari Kaltim. (sketsa.id)

Samarinda, Sketsa.id – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sabaruddin Panrecalle, menilai perlambatan ekonomi dan penurunan gairah investasi di sejumlah daerah tidak bisa disimpulkan sebagai dampak langsung dari kebijakan sentralisasi pengelolaan sektor pertambangan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Menurutnya, kondisi ekonomi yang melambat saat ini merupakan fenomena luas yang terjadi tidak hanya di Kaltim tetapi juga dirasakan berbagai daerah di Indonesia, bahkan dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global. Ia menilai kurang tepat apabila perlambatan investasi di Kaltim hanya dikaitkan dengan kebijakan pengelolaan sektor pertambangan yang bersifat sentralistik.

“Fenomena ini tidak hanya terjadi di Kaltim. Hampir seluruh daerah di Indonesia juga menghadapi tantangan serupa. Karena itu, tidak tepat jika seluruh persoalan investasi dan ekonomi langsung dikaitkan dengan sistem sentralisasi atau keberadaan Danantara,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).

Sabaruddin menjelaskan bahwa keputusan investor menanamkan modal di suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh satu kebijakan tertentu, melainkan banyak aspek seperti kondisi ekonomi nasional, kemudahan perizinan, kepastian hukum, regulasi daerah, hingga stabilitas keamanan dan politik. Ia menyoroti dinamika politik yang belakangan berkembang di Kaltim yang dinilai dapat menjadi pertimbangan investor sebelum mengambil keputusan bisnis.

Investor membutuhkan rasa aman, kenyamanan, dan kepastian dalam berusaha,” jelasnya.

Sabaruddin mendorong pemerintah daerah untuk terus menjaga iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan layanan perizinan, penguatan kepastian hukum, serta komunikasi yang baik dengan pelaku usaha. Menurutnya, investasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan pekerjaan, dan menggerakkan sektor usaha.

Dengan iklim investasi yang sehat, sektor UMKM diharapkan mampu bertahan di tengah perlambatan ekonomi. Ia berharap seluruh pihak berkolaborasi menjaga stabilitas dan menciptakan suasana yang mendukung pertumbuhan ekonomi agar Kaltim tetap menjadi tujuan investasi menarik bagi pelaku usaha dalam dan luar negeri. (cc)

Bagikan:

39 Ormas dan Tokoh Adat Deklarasi Tolak Politisasi Kampus, Peringatkan Ancaman Konflik Horizontal di Kaltim