Samarinda, Sktesa.id – Mahasiswi berinisial LA (21) tak hanya menderita luka fisik di kepala akibat tembakan mantan pacarnya, MZ (22). Ia juga kini bergulat dengan trauma dan kecemasan yang mendalam pascakejadian. yang mendampingi korban mengungkapkan, kondisi psikis korban masih sangat rapuh.
Ketua TRC PPA Kaltim, Rina, mengatakan pihaknya telah mendampingi korban menjalani pemeriksaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik di Polsek Samarinda Ulu . Setelah ini, korban akan dirujuk untuk mendapatkan pendampingan psikologis intensif.
“Dari fisik dia mengalami luka, sampai saat ini masih merasakan sakit kepala. Kemudian dari kondisi psikisnya, dia tidak bisa bertemu orang baru, masih agak ketakutan dan ada kecemasan,” ujar Rina, Selasa (16/6/2026) .
Rina menjelaskan bahwa luka tembak di bagian tengah atas kepala membuat korban tidak melihat secara langsung pelaku maupun arah datangnya tembakan. “Tiba-tiba terdengar bunyi lalu langsung luka di kepalanya. Dia tidak melihat pelaku dan tidak melihat dari arah mana,” katanya.
Hubungan Beracun Berujung Tragedi
Dari pendampingan yang dilakukan, terungkap bahwa korban dan pelaku baru saling mengenal selama sekitar tiga bulan sebelum insiden terjadi. Keduanya diperkenalkan oleh seorang teman hingga akhirnya menjalin hubungan. Namun, korban mulai merasa tidak nyaman dengan sikap pelaku yang dinilai terlalu posesif dan obsesif.
“Pelaku terlalu posesif, ingin tahu apa saja kegiatan korban. Memberikan perhatian berlebihan, seolah ingin memiliki korban sepenuhnya,” ungkap Rina . Perasaan terkekang itulah yang membuat korban memilih mengakhiri hubungan, namun pelaku tak terima dan merencanakan aksi penembakan.










