Kronologi Perempuan Bandung Disekap dan Dianiaya Kekasih Selama 3 Tahun, Korban Sempat Tutupi Fakta

Senin, 22 Juni 2026 - 07:42 WITA
Bagikan:
Foto : ilustrasi (ist)

Bandung, Sketsa.id – Sebuah tragedi kemanusiaan terungkap di Kabupaten Bandung. Seorang perempuan berinisial YTR (29) ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah diduga disekap dan dianiaya oleh kekasihnya sendiri selama tiga tahun di sebuah kamar kos di kawasan Cileunyi. Korban mengalami luka berat yang menyebabkan ia kehilangan penglihatan, sulit berbicara, dan tak lagi bisa berjalan.

Kasus ini mulai terungkap setelah pihak keluarga menerima informasi melalui WhatsApp dari seseorang tak dikenal bahwa korban berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Rabu (10/6/2026). Keluarga yang sebelumnya sudah tiga tahun tidak mendapat kabar, segera mendatangi rumah sakit dan mendapati kondisi YTR yang memprihatinkan dengan luka di sekujur tubuh.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan bahwa korban diduga dianiaya oleh terduga pelaku berinisial TH dengan berbagai cara, mulai dari pukulan tangan, benda tumpul, hingga senjata tajam. “Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat di antaranya tidak bisa melihat secara normal, bibir sumbing, sulit berbicara, tidak bisa berjalan, serta mengalami kerugian materiil sebesar Rp52 juta,” ujar Hendra dalam keterangan resminya, Selasa (16/6/2026).

Keluarga korban telah melaporkan kasus ini ke Polda Jabar pada Jumat (12/6/2026), dan terduga pelaku kini dijerat dengan Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penganiayaan berat.

Kronologi Hilang dan Ketakutan yang Membungkam Korban

Adik korban, Syahrul (26), menceritakan bahwa kakaknya terakhir kali terlihat pada 2023 setelah berkenalan dengan pelaku di sebuah konser musik. Saat itu, YTR sempat membawa TH ke rumah orang tua mereka di Rancaekek, namun beberapa waktu kemudian ia tak bisa dihubungi dan dianggap hilang. Selama tiga tahun, keluarga nyaris tak mendapat kabar.

Hanya sekali YTR mengirim pesan singkat mengaku berada di Jakarta. Keluarga sempat memviralkan pencarian YTR di media sosial, namun tiba-tiba ada seseorang yang mengancam agar unggahan tersebut dihapus. “Kami curiga itu pelaku,” ujar Syahrul.

Keberanian YTR untuk berbicara juga sempat tertahan oleh rasa takut. Kakak korban, Melanie Silviani, mengungkapkan bahwa saat pertama kali ditanya dokter tentang lukanya, YTR mengaku jatuh di kamar mandi. “Lama-kelamaan dia bilang kalau dia disiksa. Karena katanya kalau dia macam-macam, dia pasti dipukuli habis-habisan,” ungkap Melanie.

Kondisi Korban dan Harapan Keluarga

Setibanya di RSHS, keluarga diterima oleh pemandangan yang memilukan. Kedua mata YTR rusak — mata kanan infeksi, mata kiri mengecil dan tak bisa melihat.

Bibir atasnya hilang, dan kakinya mengalami luka bacokan. Dokter segera melakukan operasi untuk membersihkan nanah di bagian kepala akibat benturan benda tumpul. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif dan menunggu operasi lanjutan untuk memperbaiki struktur wajah yang hancur setelah infeksi di kepalanya bersih.

Pertama yang diucapkan adik saya adalah minta maaf,” ujar Melanie dengan suara bergetar. Keluarga kini berharap kasus ini diusut tuntas agar pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya. “Kami takut ada korban selanjutnya,” pungkas Syahrul. (*)

Bagikan:

39 Ormas dan Tokoh Adat Deklarasi Tolak Politisasi Kampus, Peringatkan Ancaman Konflik Horizontal di Kaltim