Pemkot Samarinda Perkuat SPIP, Neneng Minta OPD Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas

Senin, 13 April 2026 - 03:02 WITA
Bagikan:
Foto: Foto: Sekda kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti saat memberikan sambutan dalam agenda Workshop SPIP/doc

Samarinda, Sketsa.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berupaya tata kelola pemerintahan dengan mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemkot untuk menguasai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) sebagai langkah strategis mencegah praktik korupsi di birokrasi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti saat membuka Workshop SPIP Terintegrasi Perangkat Daerah yang digelar Inspektorat Kota Samarinda di Ruang Integritas Kantor Inspektorat, Jalan Dahlia, Samarinda, Senin (13/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Neneng menyampaikan apresiasi penyelenggaraan workshop tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur melalui pelatihan teknis sangat penting agar setiap perangkat daerah mampu menerapkan SPIP secara efektif dan terintegrasi dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh serta memahami poin-poin penting yang disampaikan,” Ungkapnya dalam sambutan.

Neneng juga mengingatkan peserta agar aktif selama kegiatan berlangsung, termasuk dengan berdiskusi dan mengajukan pertanyaan kepada narasumber jika terdapat materi yang belum dipahami.

Menurutnya, peserta yang mengikuti workshop diharapkan mampu menjadi penghubung di perangkat daerah masing-masing sehingga seluruh OPD memiliki pemahaman yang sama mengenai penerapan pengendalian intern pemerintah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur kota Samarinda, Firdaus Akbar menegaskan bahwa SPIP merupakan instrumen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Melalui penerapan SPIP yang efektif, kita berharap dapat memperkuat sistem pengawasan internal sekaligus mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintah daerah,” ujarnya.

Firdaus menambahkan penguatan SPIP menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan integritas birokrasi secara berkelanjutan. (Adv/Diskominfo Kota Samarinda/ap))

Bagikan:

Polresta Samarinda Bongkar 79 Kasus dalam 21 Hari: Ada Pembunuhan, Curanmor, hingga Cap Tikus 9,8 Ton