Pendaki Malaysia Terjatuh di Gunung Rinjani, Evakuasi Medis Berhasil Diterbangkan ke Bali

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:58 WITA
Bagikan:
Foto: ist

Lombok Timur, Sketsa.id – Seorang pendaki perempuan asal Malaysia yang mengalami cedera serius setelah terjatuh di Gunung Rinjani akhirnya berhasil dievakuasi menggunakan helikutor ke rumah sakit di Bali. Operasi evakuasi medis udara (EMU) ini berlangsung pada Selasa (26/5/2026) pagi setelah sempat tertunda akibat kabut tebal.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa korban terjatuh saat sedang turun dari puncak menuju Pelawangan. Ia langsung dievakuasi oleh porter dan guide setempat ke Pelawangan 2 Sembalun. “Korban mengalami cedera serius hingga tidak mampu menggerakkan tubuhnya,” ujar Hariyadi.

Terkendala Kabut Tebal, Evakuasi Ditunda

Tim rescue dari Pos SAR Kayangan dan Kantor SAR Mataram segera dikerahkan setelah laporan diterima pada Senin (25/5/2026). Helikopter milik PT SGi Air Bali diterjunkan langsung dari Bali untuk mempercepat proses evakuasi. Namun, saat tiba di lokasi Senin sore, kabut tebal menyelimuti kawasan Pelawangan 2.

“Meskipun kru helikopter sudah berusaha bermanuver mencari celah, jarak pandang sangat terbatas. Untuk keselamatan penerbangan, kami memutuskan kembali ke pangkalan di Bali,” jelas Hariyadi.

Selama masa penundaan, korban tetap mendapat pengawasan intensif dari perawat dan tim SAR gabungan di lokasi. Berdasarkan rekomendasi medis dari Nusa Medica Clinic, korban tidak dipindahkan sementara untuk menjaga stabilitas kondisinya.

Ketika kondisi cuaca mulai membaik pada Selasa pagi. Helikopter take off pukul 08.05 Wita dari Lapangan Sembalun menuju Pelawangan 2. Setelah persiapan selesai, korban dipindahkan ke dalam helikopter dan take off pukul 08.17 Wita.

Helikopter mendarat di helipad Benoa, Bali, pukul 09.05 Wita. Korban kemudian segera dirujuk ke Rumah Sakit Inmedika Sanur, Bali, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Operasi SAR ini melibatkan sejumlah pihak, antara lain Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), PT SGi Air Bali, Nusa Medica Clinic, BPBD Lombok Timur, EMHC, SAR Unit Lombok Timur, serta porter dan guide yang sigap menjaga kondisi korban selama di gunung. (*)

Bagikan:

DRUPADI Baladika Kaltim Gelar Aksi Damai Bagi Bunga Mawar di Tengah Gelombang Demo