Prabowo Paling Sering ke Luar Negeri, Jadi Pemimpin ASEAN dengan Lawatan Terbanyak

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:24 WITA
Bagikan:
Foto : ilustrasi (ist)

Jakarta, Sketsa.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tercatat sebagai pemimpin negara anggota ASEAN yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri sepanjang 2025 hingga Mei 2026. Dalam periode tersebut, Prabowo melakukan sekitar 47 hingga 49 kunjungan internasional ke 29 negara.

Lawatan demi lawatan itu terjadi di tengah rivalitas Amerika Serikat dan China, perang dagang global, krisis energi, hingga perebutan investasi asing. Tiga faktor utama disebut melatarbelakangi tingginya frekuensi diplomasi keliling dunia yang dilakukan Prabowo: pertama, agresif mencari investasi di sektor industri, energi, pangan, dan pertahanan. Kedua, ambisi geopolitik Indonesia yang mulai lebih aktif di BRICS, G20, dan kawasan Indo-Pasifik. Ketiga, gaya diplomasi personal yang sangat mengandalkan hubungan langsung antarpemimpin dunia.

Daftar 11 Pemimpin ASEAN yang Paling Sering Bepergian

Berikut adalah daftar lengkap frekuensi lawatan pemimpin negara ASEAN sepanjang 2025 hingga Mei 2026 berdasarkan data yang dihimpun Sketsa.id:

1. Presiden RI Prabowo Subianto – Sekitar 47-49 lawatan
Prabowo menjadi yang terbanyak. Sebanyak 29 negara telah dikunjungi, dengan beberapa negara seperti AS, Rusia, China, Jepang, Prancis, dan Arab Saudi dikunjungi berulang kali.

2. PM Malaysia Anwar Ibrahim – Sekitar 26-33 lawatan
Sebagai Ketua ASEAN 2025, aktivitas luar negeri Anwar melonjak drastis. Fokus utamanya pada investasi semikonduktor, AI, energi, dan perdagangan internasional.

3. PM Singapura Lawrence Wong – Sekitar 19-23 lawatan
Singapura yang sangat bergantung pada perdagangan global menjadikan diplomasi internasional sebagai mesin ekonominya.

4. Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr – Sekitar 16-20 lawatan

Marcos Jr sangat aktif dalam kerja sama militer dan keamanan, khususnya terkait isu Laut China Selatan dan hubungan dengan AS serta Jepang.

5. PM Thailand Paetongtarn Shinawatra – Sekitar 13-16 lawatan
Thailand masih fokus pada stabilitas domestik, namun tetap aktif menjaga hubungan dengan China, Jepang, AS, dan ASEAN.

6. Presiden Vietnam To Lam – Sekitar 19-24 lawatan
Vietnam cukup aktif tetapi sangat hati-hati. To Lam menjaga keseimbangan hubungan dengan AS dan China.

7. Presiden Laos Thongloun Sisoulith – Sekitar 14-18 lawatan
Laos terdorong aktif karena tekanan utang luar negeri, ketergantungan pada China, dan kebutuhan investasi infrastruktur.

8. Sultan Brunei Hassanal Bolkiah – Sekitar 8-11 lawatan
Di usia mendekati 80 tahun, Sultan menjalankan diplomasi yang lebih terbatas dan eksklusif. Brunei yang stabil secara ekonomi tak perlu agresif mencari investasi.

9. PM Kamboja Hun Manet – Sekitar 12-16 lawatan
Hun Manet membawa gaya diplomasi lebih modern, namun Kamboja masih fokus pada konsolidasi domestik.

10. Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta – Sekitar 19-23 lawatan
Meski anggota baru ASEAN, Ramos-Horta sangat aktif mencari investor dan mencoba mengurangi ketergantungan ekonomi pada minyak dan gas.

11. Presiden Myanmar Min Aung Hlaing – Sekitar 6-9 lawatan
Paling sedikit. Sanksi internasional, isolasi politik, dan perang saudara membatasi ruang gerak diplomatiknya. (*)

Bagikan:

DRUPADI Baladika Kaltim Gelar Aksi Damai Bagi Bunga Mawar di Tengah Gelombang Demo